Nova Tri Evriani Caleg Perempuan Harus Berani Bersaing

MEMILIKI LATAR BELAKANG SEBAGAI AKTIVIS, sosok Nova Tri Evriani SPdI, melangkah pasti untuk bisa bersaing di pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumsel Dapil VII wilayah Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam, mengingat keberadaan kuota perempuan di dalam Pileg, harus dapat bersaing dan berani menang dan juga berani kalah. Pasalnya, dalam perebutan menuju kursi legislatif ini caleg perempuan tidak hanya akan bertarung dengan caleg dari Partai Politik (Parpol) lain, pun harus siap dalam berkompetisi di internal partainya. “Motivasi awal mencalonkan diri mengikuti Pileg 2014, beranjak dari panggilan jiwa yang pernah merasa kecewa dengan oknum anggota dewan yang telah terpilih, tapi seringkali lupa dengan kewajibannya untuk dapat membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan ataupun pertolongan. Padahal, dia mampu untuk melaksanakan hal tersebut. Karena itu, saya ingin memperbaiki hal itu, dengan keyakinan bila diberikan amanah menjadi anggota dewan, bisa memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, karena anggota dewan adalah wakil dari rakyat itu sendiri,” ujar pembina pondok putri Pesantren Al Azhar ini. Berangkat dari hal itulah, ibu 4 orang anak, memiliki seabrek aktivitas yang tidak pernah lupa akan kodratnya menjalankan kewajiban mengabdikan diri kepada suami, serta menampung anak-anak yang kurang mampu melalui pondok pesantren menuturkan, panggilan dan keinginan menjadi anggota dewan semakin kuat untuk bisa memberikan hal yang lebih kepada semua masyarakat. “Sebagai caleg perempuan, kita harus siap untuk bersaing dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya. Usung 3 Program Pro Rakyat Melalui visi, misi dan program kerja yang diusung, jika terpilih menjadi wakil dari masyarakat di Dapil VII Provinsi Sumsel, Nova Tri Evriani SpdI mengusung 3 program kerja yang pro kepentingan rakyat. “Program kerja kita bila terpilih menjadi anggota dewan tingkat Provinsi Sumsel yakni pertama; ingin mewujudkan visi itu dengan melaksanakan bidang pendidikan yang sekarang ini tengah dirintis di Yayasan Islam Pagaralam (YIP), dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, serta Dakwah Komunikasi dan Penyiaran Islam, untuk tiga kabupaten/kota seperti Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam,” bebernya. Program kedua ditambahkan Nova yang juga Pembantu Ketua Dua STIT Pagaralam Bidang Administrasi Keuangan, menyoroti masalah bidang ekonomi kerakyataan, dengan cara berencana mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), khusus kepada masyarakat tinggal di wilayah Kabupaten Empat Lawang, Lahat dan Kota Pagaralam. Tujuannya, untuk lebih membantu masyarakat lemah dan miskin yang mempunyai jiwa ingin mengubah diri dengan menjalankan syari’at agama Islam, yang sesuai dengan ka’idah melalui ekonomi syari’ah. “Selain BPRS, kita akan mengadakan koperasi syari’ah yang berbasiskan Mudhorobah, syirkah serta kaidah-kaidah terdapat di dalam ilmu fiqih lainnya, pemberdayaan ekonomi umat Islam dalam mengangkat harkat dan martabat kaum muslimin di tiga kabupaten kota ini,” jelas pembina pengajian At-Tazkir Karang Dalo. Program ketiga; menyoroti masalah sosial kemasyarakatan dengan memperdayakan dan mendayagunakan tenaga muda’i dan mubaligh, sebagai kader yang berbasiskan dakwah, dalam mensyiarkan ajaran agama Islam, serta tidak lepas memberikan santunan kepada para mualim yang memperjuangkan agama di tengah masyarakat. Lebih dari itu, akan mendirikan panti asuhan dan panti jompo serta anak terlantar. “Orientasi semua visi dan misi ini dicantumkan dalam tiga program pro rakyat, berupa pendidikan, ekonomi kerakyatan dan sosial kemasyarakatan, dalam rangka mewujudkan masyarakat Sumsel sejahtera, cerdas dan Islami. Kita juga berharap supaya masyarakat dapat memilih dari hati nurani, serta memilih orang yang memang benar-benar bisa membawa suara hati para pemilih. Hindari money politic, karena ini akan membawa kesengsaraan bagi masyarakat itu sendiri. Salah memilih, 5 tahun kedepan akan sengsara,” pesannya. (09/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.