Pembangunan Irigasi Air Merah Masuk Hutlin

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pembangunan sarana pertanian, irigasi Air Merah yang berada di Ataran Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan sepertinya harus memperhatikan dampak kelestarian hutan. Sebab, dari rapat komisi Amdal (Analisa Dampak Lingkungan Hidup) yang dihelat di Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) adapun areal pembangunannya menyerempet sekitar 4 hektar areal hutan lindung Bukit Jambul Gunung Patah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dihutbun) Kota Pagaralam Ir H M Syarbani melalui Kabid P2HP Agus Budiman SHut mengatakan, untuk rencana pembangunan Irigasi Air Merah yang pembangunannya masuk hutan lindung seyoganya bisa dilaksanakan, jika adanya permohonan izin penggunaan lahan dari pusat dalam hal ini Kementrian.

“Sebelum pelaksananaan (pembangunan, red) dilakukan dilapangan izin harus diajukan dari Kementrian Kehutanan. Penggunaan lahan hutlin sekitar 4 hektar sesuai prosedurnya izin pinjam pakai,” ujar dia.

Harus ada izinya tegasnya. Dikarenakan menyangkut dampak lingkungan dari aktifitas pembangunan. Jangan sampai menimbulkan dampak kerusakan hutan. “Tidak hanya itu, kita juga menyarankan disepanjang aliran irigasi Air Merah ini juga ditanami tumbuhan konservasi berupa tanaman air, salahsatu contohnya ditanami Mahoni atau jenis lainnya,” saran Agus.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam Ir Hj Zaitun didampingi Sekretarsi Novi Apriyadi SE MM menyampaikan, harus memperhatikan dampak terhadap lingkungan seperti penurunan kualitas air tanah dan tanah. Yang mana, pembangunannya dipastikan memanfaatkan kawasan hutlin.

Untuk itu, satker terkait untuk mempersiapkan permohonan pinjam pakai lahan untuk mendukung pembangunan sarana pengairan yang manfaatnya nanti mampu memasok air ke areal persawahan sekitar 3000 hektar. “Kita minta kepada pihak terkait (hutbun, red) untuk melakukan persiapan permohonan pengajuan, melalui jalur provinsi (gubernur, red) untuk diajukan ke kementrian,” ujarnya.

Sementara Camat Dempo Selatan, Yusman Sohar, kondisi hutan lindung sekitar rencana lokasi pembangunan saat ini sudah terjadi perambahan. Diarea tersebut terdapat diareal produktif sekitar 1.200 hektar, namun sayang debit air sangat kurang. “Mencermati kondisi demikian untuk penggunaan hutlin harus diawasi jangan sampai menimbulkan dampak pengrusakan hutan yang lebih parah lagi,” tukasnya seraya mengatakan, sangat mendukung dan diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian masyarakat di Kecamatan Dempo Selatan seperti di Kelurahan, Tebat Benawa, Rempasai, dan lainnya. (06)

You can leave a response, or trackback from your own site.