Beras Dusun Masih Jadi Primadona, Begini Harganya Dipasaran

Foto: Madhon/Pagaralam Pos
JADI PILIHAN: Dengan kualitas yang bagus, beras dusun tetap menjadi pilihan masyarakat, meski harga jualnya mengalami kenaikan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Memasuki penghujung tahun Desember 2017 ini, harga sejumlah Kebutuhan pokok (Sembako, red) di sejumlah pasar tradisional Pagaralam masih stabil dan terjangkau di pasaran.




Hanya saja, untuk harga beras dusun atau lokal yang menjadi primadona masyarakat Kota Pagaralam, sejak dua minggu belakangan ini mengalami peningkatan harga dari biasanya. Jika sebelum naik harganya masih berada di kisaran Rp9 ribu per kilgoram, kini melonjak menjadi Rp10 ribu per kilogram.




“Khusus harga beras lokal, kini kita jual di harga Rp10 ribu per kilogram, harga ini tentu saja berbanding terbalik, bila kita melihat di kurun waktu 2 minggu lalu, yang kita jual di harga Rp9 ribu per kilogram,” terang Jono, pemilik toko manisan Sri Bintang di kawasan Pasar Terminal Nendagung, kemarin.




Kenaikan harga beras sendiri, diakui Jono, kemungkinan besar akibat faktor kondisi cuaca yang sejak beberapa pekan terakhir tidak menentu, intensitas curah hujan cukup tinggi, sehingga menjadikan petani padi di penggilingan sulit jemur beras.




“Mungkin pengaruh besar kenaikan harga beras itu lebih dikaranakan faktor cuaca, yang kita ketahui sekarang ini tidak menentu. Kendati harga beras lokal naik, tetap saja konsumen mau membelinya,” papar Jono. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.