2017, Target Rehabilitasi Pecandu Narkoba Tercapai

Foto: Madhon/Pagraalam Pos
SIAP LAYANI: Keberadaan Kantor BNN Kota Pagaralam berada dikawasan Komplek Perkantoran Gunung Gare, siap memberikan pelayanan kepada pencandu Narkoba, yang butuh rehab.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Di tahun 2017 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam berhasil memenuhi target rehabilitasi, bagi para residen pecandu dan penyalahguna Narkoba, yang mendapatkan penanganan medis penyembuhan rawat jalan di Klinik Pratama.




“Ya, target penanganan rehabilitasi riseden pecandu Narkoba, yang kita tangani di Klinik Pratama BNN Kota Pagaralam, memasuki awal Desember 2017 sudah terpenuhi, yakni sebanyak 40 residen,” ungkap Kepala BNN Kota Pagaralam AKBP Irfan Arsanto SSos, kemarin.




Rincian penanganan rehabilitasi pencandu Narkoba ini, kata Irfan, yakni di Januari ada 1 klien, Maret 1 klien, April 2 klien, Mei 1 klien, Juni 3 klien, Juli 5 klien. Kemudian Agustus 10 klien, September 8 klien, Oktober 4 klien, November 4 klien dan Desember 1 klien.




“Jadi total keseluruhan klien, termasuk dalam pencandu dan penyalahgunaan Narkoba, yang menjalani rawat jalan di BNN sebanyak 40 klien, tapi yang jelas capaian target terpenuhi ini, tentu saja ada sisi positif dan negatifnya,” papar Irfan.




Lebih jauh Irfan mengungkapkan, bila di lihat dari sisi positifnya, kemungkinan besar dari masyarakat Pagaralam itu sendiri, sudah ada kesadaran masyarakat, untuk melaporkan tentang adanya penyalahgunaan Narkoba, yang membutuhkan penanganan serius.




“Memang pada kenyataannya, ada sebagian residen ini, merupakan hasil serahan dari masyarakat, yang ingin membutuhkan proses rehabilitasi, meskipun ada juga yang rawat inap di Balai Rehabilitasi, dalam artian masyarakat ada yang datang kesini, untuk rawat jalan dan ada juga yang rawat inap,” sebutnya.




Sedangkan, jika di lihat dari sisi negatifnya, tambah Irfan, angka penyalahgunaan Narkoba di Kota Pagaralam, termasuk angka yang cukup tinggi, kerena target yang di tetapkan di Kota Pagaralam, mungkin sama juga seperti diterapkan di daerah-daerah lainnya.




“Balik lagi, kalau kita lihat target rehabilitasinya, tidak jauh-jauh berbeda dengan daerah lain, seperti Lubuklinggau maupun Prabumulih yang tingkat kerawanan Narkobanya cukup tinggi, rehabilitasi penyalahguna Narkoba tidak di pungut biaya, obat telah kita sediakan,” tandasnya. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.