Dari Peringatan Pertempuran Hingga Lokasi Selfie

DULU: Foto Tugu Simpang Manna yang masih bercat warna hijau cokelat

SEKARANG : Tugu Simpang Manna yang sekarang bewarna putih


Tak salah kiranya bila Pagaralam menasbihkan diri sebagai kota Perjuangan. Pertempuran antara masyarakat besemah dengan penjajah memang banyak terjadi di sini. Ini dibuktikan dengan adanya berbagai tugu perjuangan-yang salahsatunya berada di Simpang Manna, kelurahan Ulu Rurah kecamatan Pagaralam Selatan. Inilah tugu yang saat ini dijadikan lokasi foto.
————–
TUGU SIMPANG MANNA nampak berbeda. Malam itu (9/11) sekira pukul 21.00 WIB, di tugu yang berada di tengah perempatan jalan ini nampak ramai. Sebagian besar mereka adalah anak-anak muda. Mereka terlihat asyik berfoto bersama maupun selfie alias foto sendiri persis di depan tugu itu.




Suasana seperti itu terjadi persis ketika tugu yang mengusung dua patung pejuang itu ‘bersolek’. Warna tugu yang dulu bewarna hijau dan cokelat diganti dengan warna putih terang. Tak hanya itu, di dekat tugu ini juga dilengkapi dengan untaian lampu yang juga bewarna putih terang. Walhasil, kawasan tugu ini terlihat lebih terang benderang dari sebelum-sebelumnya. “Cocok buat lokasi foto,”ujar Aris Torres (30), salahseorang fotografer Pagaralam yang malam itu tengah asyik memfoto teman-temannya.




Aris menjelaskan, tatkala malam hari, Tugu Simpang Manna terlihat hari begitu hidup serta indah. Karena itulah, banyak orang yang menjadikan Tugu Simpang Manna menjadi lokasi foto. Aris sendiri memotret Tugu Simpang Manna dari berbagai sisi. Hasilnya Aris menilai, sangat bagus. “Kalau mau memotret, kameranya diset ke mode auto saja. Hasilnya lebih terang,”tambahnya.




Bagi Asmadi, seorang pengamat dan pemerhati budaya dan sejarah besemah, mengganti warna tugu Simpang Manna menjadi putih tidak akan membuat nilai-nilai sejarahnya hilang. Ia menilai, merupakan ide yang kreatif. Dengan warna yang lebih terang, membuat Tugu Simpang Manna menjadi lebih menarik. “Banyak orang ke sana untuk foto-foto, “ujar Mady Lani-sapaan Asmadi, ketika dimintai pendapatnya, kemarin (10/11).




Banyaknya warga yang berfoto di Tugu Simpang Manna, membuat foto itu ramai diperbincangkan di dunia maya. Ini setelah warga mengupload foto-fotonya di Tugu Simpang Manna ke media sosial. Jadilah, foto-foto nan cantik itu ramai dilike para netizen (warga dunia maya).




Tapi, Tugu Simpang Manna mulanya bukan didirikan untuk lokasi foto semata. Menurut anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, tugu Simpang Manna ditujukan untuk memperingati kisah perjuangan rakyat besemah dalam mengusir penjajah belanda pada 1946. “Kalau tidak salah, dalam pertempuran itu ada tiga pejuang kita yang gugur,”ujar Satar, ketika dihubungi Pagaralam Pos.




Mady Lani sepakat dengan satar. Ia membenarkan, bila pendirian Tugu Simpang Manna ada kaitannya dengan kisah heroik rakyat besemah dalam mengusir penjajah belanda. Namun Mady kurang tahu persis kapan tugu tersebut dibangun. Namun, berdasarkan pengamatan Pagaralam Pos, di tugu ini didapat sebuah keterangan bahwa, tugu Simpang Manna diresmikan pada 1990 oleh gubernur Sumatera Selatan saat itu, H Ramli Hasan Basri.




Satar menjelaskan, dengan adanya tugu tersebut, diharapkan masyarakat tidak lupa dengan sejarah masa lalu. Masyarakat akan tetap mengenang kisah tersebut sebagai sebuah bukti bahwa di masa lalu, perjuangan untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan bukanlah perkara yang gampang.




Bukan yang Tertua
Namun Tugu Simpang Manna bukanlah yang tertua. Menurut Satar, tugu yang tertua di Pagaralam berada di dekat simpang menuju Koramil Lama, jalan S Parman kelurahan Beringin Jaya kecamatan Pagaralam Utara. Tugu yang berbentuk memanjang bewarna putih kerab disebut dengan Tugu Apollo. “Tugu itu didirkan pada 1956,”ujar Satar mengenai tahun pendirian Tugu Apollo.




Ia menyebut, Tugu Apollo didirikan untuk memperingati perjuangan rakyat besemah melawan penjajah belanda di tahun 1940-an. “Pejuang kemerdekaan dulu memiliki markas tak jauh dari tugu Apollo,”tambahnya.




Sayang, berdasarkan pengamatan Pagaralam Pos, Tugu Apollo itu kini nampak ‘terpinggirkan’. Lokasinya bukan di tengah perempatan atau pertigaan jalan layaknya tugu pada umumnya. Tugu Apollo justru berada di pinggir jalan, dekat kantor perpustakaan daerah Pagaralam. Ini membuat keberadaan Tugu Apollo sering dilupakan. Umumnya, masyarakat lebih mengenal tugu rumah jam ketimbang tugu apollo.




Mady Lani menambahkan, beberapa lokasi tugu di Pagaralam kurang tepat. Ia mencontohkan, tugu Jip di dekat simpang Gunung Gare. Menurut dia, seharusnya tugu itu berada di kawasan Gunung Lilan yakni di kawasan Nendagung Ilir. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.