Sedih… Tiga Jam Orasi, Tuntutan AM4L Tak Juga Digubris

Foto: Adi/Pagaralam Pos
SAMPAIKAN TUNTUTAN: Massa tergabung dalam AM4L sampaikan tuntutan, ketika menggelar orasi di halam depan Kantor Bupati.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Puluhan mahasiswa Empat Lawang tersebar di beberapa Univesitas di Palembang, Lampung dan Bengkulu menggelar aksi damai di Kantor Bupati Empat Lawang Talang Banyu.




Kehadiran mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Empat Lawang (AMP4L) menuntut banyak hal terhadap perubahan di Kabupaten Empat Lawang. Mulai dari keamanan yang kerap terjadi begal sadis, pemberdayaan pemuda, lapangan kerja sampai ekonomi kreatif.




Tiga jam gelar orasi bahkan harus rela kehujanan di depan Pemkab. Namun, sayang tuntutan para mahasiswa tidak juga ditanggapai pemerintah, dengan alasan jadwal Paripurna serta kerja lainnya.




Akibatnya aksi nyaris ricuh, salahsatu diantaranya akibat gerbang kantor Bupati belum dibuka, padahal mereka ingin menyampaikan orasi di halaman Kantor Bupati. Setelah dialog yang cukup alot akhirnya gerbang dibuka.




Lagi-lagi meski sampai kepanasan dan kehujanan, tuntutan tetap tidak realisasi padahal Sekda dan Kapolres sempat turun ke lapangan menemui, tapi tuntutan serta kontrak kesepahaman aksi demo tidak juga di gubris.




Foto: Adi/Pagaralam Pos
MENCOBA MASUK: Ratusan massa AM4L merangsek masuk ke Kantor Pemkab Empat Lawang.






Andi Gonjes salah seorang koordinator lapangan menuntut peran pemerintah mengatasi begal yang meraja lela di Kabupaten Empat Lawang, kemudian tindakan nyata Pemkab menciptakan ekonomi kreatif, agar ekonomi warga naik dan tidak membegal. “Amankan Empat Lawang, kami rindu kedamaian,” kata Andi dengan suara lantang.




Selanjutnya, Andi mengancam akan kembai menggelar aksi dengan massa lebih banyak lagi, jika tuntutan mereka tidak juga di penuhi. “Ekonomi maju hanya slogan, apalagi sampai sejahtera, sekali lagi pemerintah harus tegas membasmi begal, Polres juga bersikap nyata menindaklanjuti berbagai tindakan kejahatan dan menjamin keamanan Empat Lawang, bukan malah sebaliknya membiarkan begal merajalela,” imbuhbya.




Sementara, Sekda Edison Jaya ketika menemui massa mengajak perwakilan mahasiswa duduk bersama membahas soal keamanan, tetapi tetap tidak digubris masa, sehingga kembali lagi ke kantor. “Ayo duduk bersama dengan begini, tidak selesai masalahnya,” ajak sekda. (07)

You can leave a response, or trackback from your own site.