Reses DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat, Perjuangkan Nasib Guru

Foto: Gusti/Pagaralam Pos
RESES: Ketua Komite III, H Abdul Aziz saat berbincang dengan Kadisdikbud Kota Pagaralam, Drs Marjohan Derah, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Reses Ketua Komite III, DPD RI, H Abdul Aziz serap aspirasi masyarakat dan tampung keluhan tenaga pendidik di Kota Pagaralam. Pada kesempatan kunjungannya. Membidangi Pendidikan, Kesehatan, kemarin (8/1) sekitar pukul 09.00 WIB menyambangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam.




Pada kunjungannya disambut Kadisdikbud Kota Pagaralam, Drs Marjohan Derah MPd beserta jajaran pegawai, guru dan dosen. Pertemuan tersebut membahas rancangan UU tentang perubahan atas UU No.14/2005 tentang guru dan dosen.




Di sesi tanya jawab, para tenaga pendidik dan pejabat Disidkbud juga masih mempertanyakan persoalan nasib guru honor, yang dibayar melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dinilai masih minim.




Pencairan sertifikasi guru yang tidak tepat waktu. Juga kebijakan baru mengenai status SMA sederajat yang sudah menjadi wewenang provinsi. “Terkadang kami para guru harus bolak-baik ke provinsi, semisal untuk mengurus pangkat, juga urusan lainnya,” ujar salahseorang guru.




Demikian juga Kasi Kurikulum, Disdikbud Kota Pagaralam, Jemiyo SPD MPD yang juga dosen ini, mengaku dirinya mempertanyakan kebijakan mengenai hasil UNBK yang sejauh ini malah bukan jadi syarat utama penerimaan jenjang perguruan tinggi, malah memilih hasil rapor.




“Dana bantuan untuk pengembangan kreativitas prestasi murid sejak peralihan wewenang SMU ke provinsi menjadi minim. Tekait UU Guru dan Dosen, beban ngajar seminggu 24 jam, untuk memenuhi jam ngajar terpaksa mencari ke sekolah lain,” sindir Jemiyo.




“Kami harapkan dengan adanya kunjungan ketua Komite III DPD RI, apa yang menjadi keluhan para pendidik, termasuk kami dari Dinas, untuk bisa diperjuangkan. Khususnya mengenai sejumlah program pendidikan,” ulasnya.




Sementara Ketua Komite III DPD RI, H Abdul Aziz mengatakan dirinya akan menampung semua uneg-uneg dan keluhan para pendidikan, juga dari pihak dinas. Tidak hanya dinas pendidikan, juga sejumlah Satker lainnya khusus yang dibidangi Komite III.




“Adanya tatap muka ini ini saya akan tampung semua uneg-uneg para tenaga pendidikan. Tidak hanya itu, segala sesuatunya mengenai program pendidikan akan diperjuangkan di tingkat pusat,” kata dia seraya mengatakan, sekalipun harus mengkritisi kebijakan presiden Jokowi, dirinya mengaku tidak takut. (06/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.