Kualitas Karakter Bangsa, Tentukan Kemajuan Suatu Bangsa

Foto: Madhon/Pagaralam Pos
PUKUL GONG: Prof Dr Zulkardi MI Komp MSc pukul gong tanda dimulai pelaksanaan Seminar Nasional Pendidikan Karakter.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Dampak globalisasi yang terjadi saat ini, sangatlah berpengaruh besar terhadap pendidikan karakter bangsa. Kemajuan teknologi yang tidak terbendung lagi, sedikit demi sedikit telah mengikis pendidikan karakter bangsa.




“Masalahnya adalah teknologi yang canggih ini, belum dimanfaatkan secara benar dan akhirnya terjerat, pada luasnya informasi yang menjeremuskan, sehingga dampaknya adalah merusak moral dan terabaikannya pendidikan karakter,” ujar Kepala Disdikbud Kota Pagaralam Drs Marjohan Derah MPd, saat didaulat menjadi pembica di Seminar Nasional Pendidikan Karakter di era globalisasi dalam proses pembelajaran abad XXI, belum lama ini.




Lalu apa pentingnya pendidikan karakter di era globalisasi ? Marjohan menyebut, jika pendidikan karakter merupakan hal terpenting untuk membentuk kepribadian. Pendidikan itu tidak selalu berasal dari pendidikan formal, seperti sekolah atau perguruan tinggi.




“Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM, karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu di bentuk dan di bina sejak dini,” terangnya.




Marjohan menyebut, beberapa alasan penting mengapa perlunya pendidikan karakter, yakni banyaknya generasi muda Saling melukai, karena lemahnya kesadaran nilai-nilai moral. “Memberikan nilai-nilai moral pada generasi muda, merupakan salahsatu fungsi peradaban yang paling utama,” katanya.




Selain itu, tegas Marjohan, peran sekolah sebagai pendidik karakter, menjadi semakin penting, ketika banyak anak-anak memperoleh sedikit pengajaran moral dari orangtua, masyarakat atau lembaga keagamaan.




“Beranjak dari hal tersebut, maka pendidikan karakter sangat perlu ditanamkan sedini mungkin, mengantisipasi persoalan di masa depan, yang semakin kompleks seperti semakin rendahnya perhatian dan kepedulian anak, terhadap lingkungan sekitar, tidak memiliki rasa dan tanggungjawab, rendahnya kepercayaan diri dan lain sebagainya,” tandasnya. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.