Pagaralam Kota Seribu Air Terjun

Foto-foto: dok/Pagaralam Pos
ALAMI: Cughup Pintu Langit menawarkan keindahan yang alami. Air terjun ini berada di Dusun Tanjung Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara. Foto diabadikan pada 2016 lalu.

*Dari Pintu Langit Sampai Mangkok

Pagaralam memang layak dinamai sebagai ‘Kota Seribu Air Terjun’. Di kota yang berada di kaki Gunung Dempo ini air terjun ‘terserak’ di berbagai penjuru. Dari yang berada di ‘pintu langit’ sampai air terjun yang berbentuk mangkok ada di sini. Jadi tujuan para wisatawan.




JIKA sedang melintas jalan penghubung Dusun Tanjung Keling-Talang Darat Kelurahan Burung Dinang Kecamatan Dempo Utara, jangan lupa menengok ke kiri-kanan. Siapa tahu Anda melewatkan sebuah objek wisata yang memang ‘terselip’ di kawasan ini. Jika cermat, Anda akan mendapati sebuah gerbang yang berada tak jauh dari tepi jalan. Gerbang itu bertuliskan ‘Cughup Pintu Langit’. Ya, itulah pintu masuk untuk menuju Cughup Pintu Langit. Mampirlah ke sana barang beberapa waktu.




Cughup merupakan Bahasa Besemah yang merujuk pada sebuah air terjun. Maka, sejatinya, Cughup Pintu Langit adalah air terjun yang dinamai ‘Pintu Langit’. Konon, nama air terjun ini diberikan Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes ketika berkunjung ke sana pada 2015 lalu. Yang pasti, sebelum ada nama itu air terjun bernama Tanjung Keling. Nama ini kemungkinan besar merujuk pada lokasi air terjun yang berdekatan dengan Dusun Tanjung Keling, sebuah pemukiman tua.




Untuk sampai ke lokasi air terjun cukup meniti jalan setapak yang terbuat dari bangunan semen bertingkat-tingkat. Gemuruh air terjun akan terdengar meskipun sayup-sayup. Beberapa menit kemudian gemuruh air terjun tersebut akan terang benderang di telinga. Ini merupakan tanda bahwa air terjun sudah dekat. Bila lelah, kaki bisa diselonjorkan sejenak di pelataran – masih bagian dari jalan- yang berbentuk setengah lingkaran.




Jalan bertingkat-tingkat itu akan terus memandu hingga sampai bibir sungai yang mengalir dari bawah air terjun. Meniti sampai ke hulu sungai akan membawa pengunjung dekat dengan ayek umban itu. Embun yang berasal dari air terjun yang ditiup angin nampak bertebaran. Jika berlama-lama tegak di bawah air terjun ini, alamat wajah bisa basah.




Itulah gambaran sekilas tentang Cughup Pintu Langit. Pesona air terjun ini mampu memikat siapapun untuk datang. Terbukti, nyaris tiap akhir pekan air terjun ini ramai dikunjungi orang. Belakangan, banyak pengunjung yang mengunggah foto-fotonya di air terjun itu ke media sosialnya seperti facebook.




“Iya. Lumayan ramai,” ujar Arkon, salahseorang warga di sekitar Cughup Pintu Langit, saat dijumpai Pagaralam Pos pada 2016 lalu. Arkon yang pondoknya berada tak jauh dari Cughup Pintu Langit ketiban berkah. Banyak pengendara motor yang parkir di halaman pondoknya.




Cughup Pintu Langit bukan satu-satunya air terjun di Pagaralam. Nun di kaki Gunung Dempo, tersebutlah sebuah air terjun yang di bawahnya terdapat semacam kolam alami. Mungkin karena inilah air terjun ini dinamakan Cughup Mangkok. Sama seperti Cughup Pintu Langit, Cughup Mangkok pun nyaris tak pernah sepi dikunjungi orang. Apalagi akses untuk menuju ke sana lumayan mudah. Sebuah jalan aspal nan lebar bisa mengantarkan pengunjung yang mengedarai kendaraan bermotor.



Masih ‘Perawan’

Tentu di Pagaralam masih punya air terjun-air terjun lainnya. Ada yang sudah dibuka, ada pula yang masih tersembunyi. Pada 2015 lalu Pagaralam Pos sempat mendatangi sejumlah air terjun yang belum terlalu tersentuh alias masih ‘perawan’, satu di antaranya Air Terjun Mertam. Air terjun ini disebut berada di perbatasan antara Kecamatan Dempo Utara dengan Dempo Tengah. Tingginya mencapai belasan meter. Menyembul dari sebuah puncak bukit, air lantas terjun menimpa bebatuan untuk kemudian menghasilkan sungai.




Di Dusun Gunung Agung Pauh juga terdapat air terjun. Warga setempat menamai air terjun dengan ‘bidadari’. Entah dari nama itu berasal. Yang pasti air terjun ini pun belum terlalu terkenal. Tersembunyi di balik rindangya pepohonan, membuat air terjun ini benar-benar alami. Jika dikelola, bukan tidak mungkin Air Terjun Bidadari ini bisa sepopuler Cughup Mangkok maupun Pintu Langit. “Harus ada perhatian terhadap potensi alam semacam air terjun ini (bidadari),” ujar Kamhar, warga Dusun Gunung Agung, kepada Pagaralam Pos pada 2016 lalu. (11/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.