Beristrikan Bidadari, Bermakam di Padang Langgar

Foto-foto: Pidi/Pagaralam Pos
INGAT SEJARAH : Rangkaian Festival Pelang Kenidai dimulai dengan berziarah ke makam Puyang Serunting Sakti.

*Berziarah ke Makam Puyang Serunting Sakti

Cerita tentang manusia yang beristrikan bidadari, bukan hanya berkembang di tanah Jawa. Nun di Dusun Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah cerita hampir serupa dituturkan turun temurun. Cerita itu tentang Puyang Serunting Sakti yang beristrikan seorang bidadari. Bukan sebuah kebetulan jika makam Si Pahit Lidah-sebutan untuk Serunting- berada di Dusun Pelang Kenidai. Sampai sekarang makam itu masih sering diziarahi warga.




SEBUAH bangunan beratap seng berlantai ubin keramik dan berdinding kain putih berdiri kokoh di tengah rimbunnya rumpun bambu. Bangunan itu melindungi sebuah gundukan tanah berbentuk persegi panjang, berukuran kurang lebih 3,5 mx1,5 m. Gundukan tanah ini berdinding ubik keramik warna putih. Di atas permukaan gundukan tanah ini bertabur bebatuan kecil bewarna putih kekuning-kuningan serta kembang. Sebuah batu berukuran duakali kepala manusia nampak bersimpuh di salahsatu ujung gundukan. Di dekat batu besar, terdapat sebuah kotak berbentuk kubus bewarna hijau terang. Di tengah-tengah permukaan kotak terdapat lubang sempit.




Gundukan tanah itu bukanlah sembarang gundukan. Itulah tempat yang dipercaya masyarakat sebagai makam Puyang Serunting. Terletak di atas ketinggian yang dikenal sebagai Bukit Padang Langgar, bangunan makam ini berdiri sendirian. Di dekatnya terdapat tiga bangunan beratap lainnya. Antara Dusun Pelang Kenidai dan lokasi makam Puyang Serunting dihubungkan dengan jalan aspal sepanjang kurang lebih dua kilometer.




Pagi itu (29/12), jarum jam menunjukkan pukul 09. 00 WIB, di dalam bangunan makam nampak ramai. Mereka adalah panitia Festival Pelang Kenidai, tokoh masyarakat, tokoh adat serta warga Dusun Pelang Kenidai. Kedatangan mereka ke makam ini untuk berziarah dalam rangka izin untuk mengadakan Festival Pelang Kenidai yang digelar komunitas Besemah Heritage. Prosesi ziarah dipimpin langsung jurai tue Semidang Suku Ghozali. Mahyudin, jurai tue Dusun Pelang Kenidai turut mendampingi Ghozali. “Saghini kite besuwide. Bepamit nga Puyang Serunting Sakti,” ucap Ghozali.

Ramuan ziarah puyang

Di hadapan para peziarah ini terdapat nasi kunyit, punjugh ayam, bubur hitam, nasi kuning, nasi putih, nasi hitam, tiga buah telur ayam dusung, tiga ruas lemang, kembang warna-warni dan sirih. Semuanya diletakkan di atas daun pisang. Ghozali menyebutkan itu merupakan ramuan. “Batak an kandek ziarah (bawakan saat berziarah),”ucap Ghozali. Ia memastikan, benda-benda itu bukanlah sebuah sesajen. Melainkan hanya simbol budaya yang dibawa sebagai bentuk tata krama. “Kita berdoa tetap kepada Allah SWT. Selain mendoakan almarhum, juga mendoakan kita semua agar selamat dunia dan akhirat,” terang Ghozali.




Menurut Ghozali, tata krama dalam berziarah ke makam Puyang Serunting Sakti perlu diketahui. Tujuannya agar tidak salah. “Kalau mau berziarah harus dilakukan dengan cara yang baik-baik,” ucapnya.




Usai berdoa, satu per satu mulai menyiramkan air dan kembang di atas permukaan makam Puyang Serunting Sakti. Peziarah mengucapkan salam untuk kemudian ke luar dari bangunan makam.




SERUNTING memang bukanlah tokoh sembarangan. Dia dianggap sebagai leluhur masyarakat Besemah yang memiliki kesaktian. “Dia disebut sebagai Pahit Lidah. Apapun yang diucapkannya jadi kenyataan,” ucap Ghozali.




Namun tidak ada yang tahu secara persis darimana Serunting itu berasal. Ghozali sendiri mendengarkan cerita itu dari orangtuanya. Konon, Serunting berasal dari matahari. Karena itu salahsatu titik atap yang menaungi makamnya, dibiarkan berlobang. Tujuannya kata Ghozali, agar sinar matahari bisa masuk dan menyinari makam. “Dia ini (Serunting) nak ndendak mataghi saje (melihat matahari). Karena memang asalnya dari sana. Betul tidaknya cerita ini, wallahualam,” ucap Ghozali.




Cerita lain yang didapat Ghozali mengenai istri Serunting Sakti. Berdasarkan cerita ini diketahui bahwa Serunting memiliki dua orang istri. Istri pertamanya konon adalah seorang bidadari. Adapun istri keduanya adalah adik dari seorang tokoh bernama Riye Tabing. Dari istri pertamanya yang seorang bidadari itu, Serunting mendapatkan satu orang putera yang kelak bernama Burung Bhinang. Sedangkan dari istri kedua Serunting mendapatkan enam orang anak. Total anak Serunting Sakti berjumlah tujuh orang. “Tujuh orang inilah yang njadikah jagat. Hijrah ke mana-mana dan akhirnya membuat pemukiman baru,” lanjut Ghozali.




Mahyudin jurai tue Dusun Pelang Kenidai menambahkan, makam Puyang Serunting Sakti sudah ada sejak dulu. Dia pun memastikan, pihaknya akan terus menjaga dan merawat makam tersebut.

Serunting Ada Dimana-mana?

MAKAM Puyang Serunting Sakti, bukan hanya ada di Padang Langgar Dusun Pelang Kenidai saja. Di daerah lain, juga memiliki makam tokoh tersebut. Sebut saja di daerah Komering dan lainnya. Namun Ghozali (75), jurai tue Semidang Suku memastikan, makam di Padang Langgar adalah makam Puyang Serunting Sakti. Bahkan, dia menyebutkan, di makam itu terkubur salahsatu bagian dari jasad dari Serunting. “Yang mintak dimakamkan di sini (Padang Langgar) ya Serunting sendiri,” ucap Ghozali.




Satarudin Tjik Olah, anggota Lembaga Adat Besemah memiliki asumsi lain. Satar memperkirakan, sebelum di Padang Langgar, makam Puyang Serunting Sakti berada di tepian Danau Ranau OKU Selatan. “Dari tepi Danau Ranau, lalu dipindahkan ke Padang Langgar,” kata Satar.




Ditambahkan Satar, umummya makam-makam puyang, terdapat di Pagaralam hanyalah sebuah penanda saja. Sekedar tapak saja. Fungsinya sebagai penanda saja. Karena itu lanjut Satar, di dalam makam tersebut, pada umumnya tidak ada jasad ataupun kerangka puyang yang bersangkutan. Jasad para puyang itu katanya, berada di luar besemah atau pun di Pagaralam.

Ghozali, Jurai Tue Semidang Suku

Bidadari Terbang, Munculah Tari Kebagh

ISTRI Serunting yang seorang bidadari, konon tidaklama tinggal bersama Serunting. Dia menghilang setelah terbang kembali ke kayangan di saat pesta perkawinan Serunting kedua. Setelah dia menghilang, munculah tari kebagh yang kini sangat populer disebut sebagai tari penyambutan tamu.




Cerita itu dituturkan jurai tue Semidang Suku Ghozali (75) di sela-sela berziarah di makam Puyang Serunting Sakti, kemarin. Kata Ghozali, saat pesta perkawinan keduanya, Serunting meminta istri pertamanya yang bidadari itu untuk menari. Bidadari ini menolak dengan halus, sebab sedang berbadan dua. Namun Serunting terus memohon agar istri pertamanya itu menari. Bidadari itu mengalah. Dia mau menari, asalkan memakai selendangnya yang dulu diambil Serunting. “Tanpa pikir panjang, Serunting menyerahkan selendang itu kepada bidadari itu,” tutur Ghozali.




Setelah mengenakan selendangnya, bidadari itu mulai menari. Kedua tangannya direntangkan sembari digerakkan ke atas ke bawah. Adapun tumit kakinya dinaikkan sedikit. Sehingga dalam posisi berdiri itu, bidadari itu menjadikan jari-jari kakinya untuk jadi penopang. Makin lama-lama, tubuh bidadari itu mulai melayang di atas tanah. Lama kelamaan bidadari menghilang di balik awan menuju khayangan. Melihat bidadari yang sudah menghilang itu, Serunting terkejut. Dia sadar sudah membuat kesalahan karena menyerahkan selendang, sama artinya menyuruh bidadari itu pergi. “Mungkin, selendang itu adalah alat bagi bidadari untuk terbang,” ucap Ghozali.




Lenggak-lenggok bidadari istri Serunting itulah yang diyakini Ghozali sebagai cikal bakal munculnya tari penyambutan tamu yang kini disebut kebagh. Namun kata dia, gerakan tari kebagh saat ini ada yang sedikit melenceng. “Kalau terbang, artinya sayap direntangkan. Bukan malah ditekuk,” ucapnya memberikan kritik.




Repi, Ketua RW Dusun Pelang Kenidai menganggap cerita Ghozali tentang asal muasal tari kebagh masuk akal. Dia menyatakan, cerita asal muasal tari kebagh yang beredar selama ini melenceng. “Yang benar itu, karena bidadari terbang. Bukan karena bidadari turun ke bumi,” sebut Repi. Dia berharap, kepada semua pihak untuk meninjau sejarah tari kebagh langsung kepada narasumbernya. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.