Perjuangan Wanita Jangan Dianggap Remeh

Foto : ist
KAMPANYE : Tiap kampnye dialogis warga selalu dibanjiri warga menantikan sosok Buk Ida dan Pak Arman untuk kembali pimpin Pagaralam.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Berdasarkan ajaran agama islam, wanita hanya boleh jadi makmum diantara laki-laki, dengan artian tidak boleh menjadi imam. Akan tetapi, wanita menjadi pemimpin perang, walikota, anggota dewan dan lainnya boleh-boleh saja. Ini diatur dalam Undang-undang.




Tokoh Masyarakat Pagaralam, H Dimyati Rais dalam kampanye dialogis pasangan dr Hj Ida Fitriati Basjuni- Armansah (IDAMAN) di Dusun Gunung Agung Lama, Kelurahan Agung Lawangan mengungkapkan, ‎memang menjadi imam itu harus laki-laki. Akan tetapi, jika menjadi pemimpin seperti walikota itu tidak masalah. Terlebih lagi, hak untuk menjadi walikota dilindungi Pancasila dan UUD 1945. “Wanita tidak boleh menjadi imam kita sudah tahu. Kalau jadi walikota sah dan boleh. Banyak pemimpin wanita yang berhasil memajukan daerahnya,” tegas Pandim.




Dikatakan Ketua DPD Muhammadiyah Pagaralam ini, sejak dipimpin dr Hj Ida Fitriati Basjuni sebagai walikota Pagaralam periode 2013-2018, Kota ‎Pagaralam sudah maju. Hasil kerja nyata dan pembangunannya sudah terlihat dan dirasakan.




Sementara itu, Tokoh Agama Pagaralam, H Burmawi menegaskan, perjuangan seorang wanita jangan dianggap remeh. Memang, sebagai imam selagi masih ada laki-laki, mereka (wanita) tidak boleh. Jadi, jangan jadikan alasan untuk menghambat upaya memajukan Pagaralam. “Kami melihat Buk Ida adalah sosok yang konsen membangun Pagaralam. Tidak hanya dari bangunan fisik, membangun akhlak juga dilakukannya. Hal ini terbukti dari pembatasan Organ Tunggal dan Peraturan Walikota (Perwako) Baca Tulis Al Qur’an,” ucapnya.




Kampanye dialogis pasangan Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 3 dr Hj Ida Fitriati Basjuni-Armansah (IDAMAN) di Dusun Gunung Agung Lama dihadiri kurang lebih ribuan massa dan simpatisan. “Saya memiliki niat untuk membangun Pagaralam tidak lain. Untuk itulah, saya meminta dukungan semua masyarakat Pagaralam agar bisa melanjutkan program yang sudah dijalankan,” ungkap dr Hj Ida Fitriati Basjun.(08)

You can leave a response, or trackback from your own site.