Pelaku UMKM Merasa Terpukul, Harga Sembako Berangsur Naik

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pasca penutupan akses utama masyarakat Pagaralam, yakni Jembatan Endikat kini tengah dilakukan perbaikan, gejolak ekonomi tingkat lapisan masyarakat bawah kian kencang terasa.




Imbasnya, harga kebutuhan bahan pokok atau Sembako saat ini mulai berangsur mengalami kenaikan signifikan, sehingga cukup sulit dijangkau masyarakat. “Entah kenapa baru tanggal 1 Juli 2018 lalu bahan baku langsung naik melebihi waktu lebaran,” ujar Owner Putera Abadi, Weni Bastian.




Kenaikan harga Sembako ini, kata Weni, tentu membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merasa sangat terpukul, biaya produksi yang dikeluarkan ikutan melambung tinggi. “Kami begitu terpukul, sebab mampu bertahan saja dengan kondisi demikian sudah sangat bersyukur sekali. Sudah paceklik panjang, harga Sembako ikutan naik, dan hasil sadapan karet dibeli murah,” katanya.




Adapun komoditi Sembako mengalami kenaikan, sebut Weni, yakni telur, minyak, gula, sagu, gandum dan beras. “Telur sehari sebelum Jembatan Endikat ditutup sebesar Rp38 ribu, kini merangkak di harga Rp45 ribu,” paparnya.




Selain itu harga minyak goreng curah dari Rp10.200 jadi Rp11.800, sagu dari Rp7.000 jadi Rp10.000. “Itu baru di tingkat harga grosir, kalau eceran mungkin lebih parah lagi. Kami berharap Pemkot Pagaralam dapat mengambil tindakan,” harapnya. (09/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.