Name Pagaralam, Lebih Tua dari Umur Republik

Foto-foto : Dok/Pagaralam Pos
DARI KETINGGIAN : Pemukiman penduduk Kota Pagaralam ketika difoto dari udara dengan menggunakan drone beberapa waktu lalu

Nama Pagaralam bukan asal comot. Ada sejarah yang melatarbelakanginya. Disebut sebagai nama yang lebih tua dari umur republik.

LAPANGAN MERDEKA nampak berbeda kemarin (27/2). Lapangan yang luasnya nyaris seperti lapangan sepak bola ini dikelilingi tenda kerucut warna putih. Rupa-rupa barang ditampilkan di dalam tenda yang kerab disebut dengan stand ini. “Kami menampilkan produk kopi asli Pagaralam,”ucap seorang penjaga stand BDC Pagaralam ketika ditemui Pagaralam Pos.




Tenda-tenda kerucut itu merupakan salahsatu kegiatan dalam rangka Festival Besemah 2018. Iven ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kota Pagaralam. Pada 21 Juni lalu, kota ini merayakan Ultah yang ke-17. Selain dari dinas dan intansi pemerintahan kota Pagaralam, ada juga stand dari pemerintahan daerah tetangga.




Pagaralam memang berhak merayakan Ultah setiap 21 Juni. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan keluarnya undang-undang yang meresmikan Pagaralam sebagai daerah otonomi daerah pada 2001 lalu. Pertanyaannya sejak kapan nama Pagaralam muncul dan digunakan?




Sejarawan Besemah yang tinggal di Palembang Ahmad Bastari Suan memprediksi, nama Pagaralam mulai muncul di antara abad ke-15 sampai 16. Hal ini kata dia berdasarkan penelitian yang pernah dilakukannya.




“Peneliti lain bahkan ada yang menyebutkan, nama Pagaralam sudah ada sejak abad ke-13. Hanya namanya saja beda yakni Kute Alam,”ucap Bastari, ketika dihubungi Pagaralam Pos kemarin. Inilah sebabnya, Bastari memastikan, nama Pagaralam lebih tua ketimbang umur republik ini.“Nama Indonesia itu baru dikenal di abad ke-19,”ucapnya




Pada mulanya adalah para puyang. Bastari memperkirakan, antara abad ke-15 hingga16, para puyang berpindah untuk membuat pemukiman baru. Pemukiman baru ini lantas diberikan nama berbeda-beda. Salahsatu nama untuk pemukiman itu disebut dengan Page Alam. Kata Page sama artinya dengan pagar. “Nama ini diambil karena menyesuaikan dengan kondisi alam di sekitarnya,”ucapnya. “Pagaralam kan dikelilingi bukit,”tambahnya.




Ketika penjajah kolonial Belanda masuk, lanjut Bastari bercerita, mereka memindahkan ibukota pemerintahan Onderdeming Pasemah Landen dari Dusun Bandar ke Dusun Pagaralam. Mereka juga mendirikan pasar di dekat dusun. Pasar ini menurut anggota Lembaga Adat Besemah Satarudin Tjil Olah, dinamai Pasar Fond Onderdeming Pagaralam.
Dijadikan ibukota pemerintahan dan memiliki pusat pemerintahan menyebabkan, nama Dusun Pagaralam lebih tenar ketimbang dusun lain. Bastari pun mengakui, bahwa nama dusun inilah yang kemudian menginspirasi penamaan untuk daerah bukan nama dusun lainnya.




Pemerhati Budaya dan Sejarah Besemah Asmadi sepakat bahwa nama Pagaralam berasal dari sebuah nama dusun. “Iya. Dusun Pagaralam (Duspa), itu merupakan salahsastu dusun tertua,”ucap Mady Lani, pemerhati dan budaya Besemah, Mady Lani-sapaan akrab Asmadi- ketika dihubungi terpisah.




Mady menyebutkan, dulu sentra aktivitas masyarakat berada di Dusun Pagaralam. Boleh dibilang, dusun ini lebih ramai ketimbang lainnya. “Pusat kegiatan masyarakat ada di sini, dulu,”ucapnya. Inilah sebabnya, nama Dusun Pagaralam lebih populer ketimbang dusun lain.




Berjalannya waktu, penamaan Pagaralam bukan hanya mencakup nama untuk dusun saja, melainkan meluas. Luas Pagaralam versi penjajah Belanda saat itu menurut Bastari, tidak seperti sekarang. Kalau digambarkan, luas Pagaralam membentang dari Jembatan Beringin hingga Jembatan Tinggi Hari. Juga mencakup Gunung Dempo hingga seluruh Marga Alun Dua. “Lalu, dari Onderdeming Pasemah Landen berubah nama jadi Kewedanan Pagaralam,”urainya.




Dikemudian hari, Kewedanan Pagaralam masuk wilayah Kabupaten Lahat. Nama Pagaralam tetap dipertahankan sebagai nama salahsatu kecamatan. Lalu menjadi kota administratif hingga otonom pada 21 Juni nama Pagaralam tetap dipakai. Hingga sekarang.

Berpindah-pindah

LOKASI dusun sendiri, berdasarkan penelitian sejarah, kerap berpindah-pindah. Anggota Lembaga Adat Besemah, Satarrudin Tjik Olah memperkirakan, awalnya, dusun ini berada di kawasan yang kini masuk Kelurahan Bangun Rejo Kecamatan Pagaralam Utara. “Kalau lokasinya kira-kira di Perumnas Talang Sawah sekarang,”ucap Satar, ketika diwawancarai beberapa waktu lalu.




Warga Dusun Pagaralam itu kemudian pindah. Dusun yang lama ditinggalkan kemudian membuka dusun baru. Adapun dusun baru yang dibuka itu kemudian dinamakan Mekar Alam. Sedangkan dusun yang lama kemudian menjadi kebun. “Untuk alasan kepindahan ini, kita belum tahu. Sebab, tidak banyak saksi mata untuk itu. Tapi kami menduga, kepindahan warga dusun Pagaralam terjadi sekitar tahun 1700-an,”sambung dia.




Tak lama di Mekar Alam, warga dusun Pagaralam kemudian pindah lagi. Kali ini mereka pindah ke sebuah perkampungan yang kini dikenal sebagai belakang obak (Kampung Purwosari). Di sini mereka menamakan perkampungannya sebagai talang.




Seperti sebelumnya, warga dusun Pagaralam sepertinya tak ‘betah’ tinggal di sini. Karenanya mereka pindah lagi. Kali ini tujuan mereka adalah sebuah kawasan yang masuk wilayah Marga Alun Dua. Di sinilah kemudian menetap permanen. Nama kampung itu pun diberinama Dusun Pagaralam (Duspa). Nama ini kemudian permanen sampai sekarang. “Artinya sudah empat kali warga dusun Pagaralam pindah,”ulasnya. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.