11 Warga Lahat Terserang Kaki Gajah

Foto : Heru/Pagaralam Pos
KAMPANYEKAN : Pelajar SMP di Lahat kampanyekan meminumobat kaki gajah, Rabu (10/10).

PAGARALAM POS, Lahat – Terhitung hingga tahun 2017 lalu, Dinas Kesehatan Lahat mencatat, ada 11 orang warga Kabupaten Lahat, diserang penyakit kaki gajah alias filaria. Bahkan satu orang diantaranya sudah meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan cacing filaria, sisanya tahap pengobatan.




Kabid Pencegahan dan Pengendali Penyakit Dinkes Lahat, H Ubaidillah menerangkan, kendati angka tersebut tidak bertambah sampai saat ini. Tidak menutup kemungkinan masih ada penderita lain yang belum terdeteksi. Sebab secara fisik, penyakit kaki gajah dapat diketahui setelah terserangan bertahun-tahun.




“Penderita ada yang diwilayah Kota Lahat, Kecamatan Merapi. Tapi paling banyak di Kecamatan Kikim Area. Jumlah penderitanya masih belum bertambah,” terang Ubaidillah, Rabu (10/10).




Lanjutnya, kaki gajah merupakan penyakit menular, yang ditularkan melalui nyamuk. Dengan gejala awal penderitaan mengalami demam, pembesaran kelenjar seperti di leher, bawa ketiak dan lipatan paha. Bila malam hari, ada terasa seperti semut berjalan di daerah jari. Untuk pencegahan, pihaknya sudah membagikan obat kaki gajah di 33 puskesmas, sejak tiga tahun terakhir.
“Bisa diobati, tapi cacat (kaki besar) tidak hilang. Cacing filaria ini berkembang di kelenjar getah bening. Untuk membunuhnya, butuh waktu lima tahun pengobatan teratur,” jelasnya.




Ditanya tentang usia yang rentan terserang kaki gajah. Ubaidillah mengatakan, usia produktifnya mulai 20 hingga 50 tahun. Untuk itu dirinya mengimbau masyarakat dapat mengikuti program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kaki gajah. Yang akan berakhir hingga tahun 2020 mendatang.
“Masyarakat mulai usia 2 hingga 70, dapat minum obat kaki gajah setahun sekali, selama lima tahun. Kita hanya mengajak masyarakat, untuk lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Ubaidillah. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.