Berani Jual Bantuan, Ini Ultimatum Diberikan Walikota Pagaralam !

PAGARALAM POS, Pagaralam – Sesuai dengan visi misi Walikota Alpian Maskoni SH dan Wakil Walikota Pagaralam M Fadli SE. Puluhan jajaran Lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, menghadiri rapat pembentukan kelompok masyarakat penerimaan bantuan, bertempat di ruang Rapat Besemah I Setdakot Pagaralam, Kamis (11/10) siang.




“Rapat yang kita gelar ini, sesuai dengan visi misi Alfian Fadli (Alfad), pada pelaskanaan Pilkada lalu. Semua visi dan misi itu, berhubungan langsung dengan Lurah. Makanya, saya mengumpulkan Lurah menghadiri rapat ini,” terang Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH.




Lewat rapat pertemuan tersebut, kata Alpian, dirinya menginginkan kepada seluruh Lurah, bisa menterjemahkan apa yang dimaksud dari visi misi. “Harus kita satukan dahulu itu, bahwa seluruh lapisan masyarakat di Kota Pagaralam, harus menjadi bagian dari kelompok,” ujarnya.




Bagaimana teknis pembentukan kelompok di tingkat masyarakat, ungkap Alpian, akan di bagi dalam beberapa tingkatan kelompok, misalkan yang mempunyai kebun, masuk dalam kelompok kebun, yang tidak mempunyai kebun dan sawah, akan menjadi kelompok usaha. Dan ada juga nantinya, seorang yang lebih dari satu kelompok, yang mempunyai kebun dan sawah, akan masuk di kelompok kebun dan sawah, begitu pula bila ia memiliki kolam, akan menjadi kelompok perikanan.




“Hal inilah yang harus sama-sama kita pahami. Kenapa saya katakan ini ? kerana saya tidak mau nanti, ada kelompok kebun tapi tidak memiliki kebun, kelompok sawah tapi tidak punya sawah, serta kelompok ternak tidak punya ternak. Ini yang mau saya hindari,” tegasnya.




Dari hasil survey yang dilakukan, sebelum Pilkada di Maret 2017 lalu, tambah Alpian, banyak sekali bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran. “Katakanlah kelompok kebun dapat handtractor untuk membajak sawah. Uniknya lagi kelompok yang bersangkutan itu, mendapat lagi bantuan sapi ternak, dapat bantuan lagi kambing, orang yang sama dengan nama kelompok berbeda, dengan anggota kelompok berbeda,” sebutnya.




Tapi saat dapat handtractor, sambung Alpian, oknum yang bersangkutan itu mengumpulkan kelompoknya, untuk menandatangani berita acara. “Artinya, kelompok ini ada, bukanlah kelompok yang fiktif, tapi yang aktif hanya Ketua kelompok saja. Jangan sampai terjadi di pemerintahan ini, saya tidak mau bila ada bantuan nanti, kalau ada yang sampai dijual, maka saya sendiri yang akan melaporkannya ke Polisi, selaku Walikota Pagaralam,” tegasnya. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.