Fokus Bangun Sektor Pertanian

PAGARALAM POS, Pagaralam – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Pagaralam, ke depan bakal dirancang memfokuskan pada pembangunan sektor pertanian, baik fisik infrastruktur hingga Sumber daya Manusia secara luas di lima wilayah Kecamatan Kota Pagaralam.




Hal ini disampaikan Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, ditemui Pagaralam Pos di ruang kerjanya belum lama ini. “Struktur APBD akan mengalami sedikit perubahan. Saya akan lebih titikberatkan pada bidang pertanian. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Pagaralam berpenghasilan dari sektor pertanian dan kebun. Dalam rancangan APBD sebagian besar diperuntukkan bagi program percepatan pembangunan bidang pertanian,” terangnya.




Sambung Alpian, termasuk infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dalam menunjang aktivitas peningkatan kesejahteraan para petani, selain peningkatan jalan, bangunan, penataan lalulintas, kebersihan, air bersih, saluran drainase, juga diprioritaskan pada mutu SDM petani yang terampil, memilki skill pengetahuan di bidangnya. “Pembangunan di bidang pertanian bila serius digarap, dipastikan bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, terutama meningkatkan hasil pendapatan para petani di Kota Pagaralam” tegasnya.




Lanjutnya, ia menilai pembangunan di bidang pertanian cukup memiliki prospek yang sangat tepat dan menjanjikan di masa akan datang, sesuai dengan kondisi alam. Di mana melimpahnya sumber air maupun tingkat kesuburan tanah yang ada tidak dimiliki daerah lainnya, “Kalau infrastruktur pertanian dibangun dan perbaiki secara serius, saya yakin dalam jangka waktu singkat dampaknya akan terlihat, produksi meningkat, hasilnyapun bersaing,” ucapnya.




Kata Alpian, dengan keterbatasan anggaran daerah yang dimiliki Pemerintah Kota Pagaralam, sepatutnya juga akan berusaha sesuai kemampuan mencari sumber dana, baik dari provinsi maupun kementerian. “Untuk memulai ini semua dalam mewujudkan kesejahteran sektor pertanian dan perkebunan, dapat kita lakukan dengan serius melalui berbagai tahapan infrastruktur irigasi, lahan yang tersedia, pembinaan petani, termasuk kelompok tani. Baru kemudian pemasaran,” terangnya. (08/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.