Parkir RSUD Lahat Kuras Kantong Pasien dan Keluarga

Foto : Heru/Pagaralam Pos
PARKIR : Tampak parkir masuk RSUD Lahat yang sudah dikelola oleh pihak ke III, Kamis (1/11).

PAGARALAM POS, Lahat – Retribusi parkir RSUD Lahat, menjadi keluhan bagi sejumlah keluarga pasien. Entah apa karena masyarakat yang belum bisa menerima perubahaan, dari parkir manual ke parkir otomatis. Atau karena parkir di RSUD itu dinilai terlalu mahal, karena menerapkan biaya perjam.




Mengingat bukan hanya kendaraan bagi pengunjung saja yang terparkir. Hampir setiap malam banyak kendaraan dari keluarga pasien, yang harus bermalam di RSUD Lahat, bahkan hingga berhari-hari. Tentu saja bila biaya dibebankan hitungan perjam, jumlah rupiah yang dikeluarkan akan membengkak.




Yeni (48), warga Kelurahan Bandar Jaya, Kota Lahat ini mengaku, setiap hari harus bolak balik ke RSUD Lahat, lantaran ibunya dirawat. Selain harus memikirkan biaya berobat, setiap hari keluarga pasien juga dibebankan biaya parkir. Belum untuk biaya kendaraannya yang ikut menginap, ditambah harus keluar masuk RSUD untuk sejumlah keperluan. “Seharusnya ada tarif khusus, untuk keluarga yang menjaga pasien rawat inap. Kalau begini bisa-bisa lebih mahal biaya parkir, dari pada biaya perawatan,” ucapnya.




Keluhan serupa juga dirasakan Ujang (40), warga Desa Manggul, Kota Lahat mengatakan, sejak salah satu keluarganya di rawat di RSUD Lahat beberapa pekan lalu, dirinya setiap hari harus ke RSUD Lahat. Tentu saja biaya parkirpun menunggu. “Paling kecil Rp 20 ribu harus saya siapkan untuk parkir. Belum untuk makan, beli air hangat, kalau satu minggu disini, besarla biaya di luar perawatan yang harus disiapkan,” kata Ujang.




Sementara, Direktur RSUD Lahat dr Hj Laela Cholik menyatakan, terkait pengelolaan parkir, telah dikelola pihak ketiga. Sehingga manajemen RSUD Lahat tidak mengetahui bagaimana pengelolaan parkir yang dilakukan. “Akan kami sampaikan kepada pihak ketiga untuk membuat informasi secara lengkap tentang tarif dan aturan parkir,” ujar Laela.




Disisi lain, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafei menyatakan, tarif parkir harus dilihat secara utuh sebagai bagian dari sistem pelayanan publik RSUD Lahat, yang tidak memberatkan. “Harusnya ada aturan lebih komprehensif lagi. Seperti ada kelonggaran, untuk kendaraan keluarga pasien rawat inap. Jadi soal parkir, tidak ikut menambah beban keluarga pasien,” ucapnya, Kamis (1/11). (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.