Dijadikan Kebun Buah Percontohan

Foto: Pidi/Pagaralam Pos
SIAP DITANAM: Sekretaris Poktan Kibok Rusi menunjukkan salahsatu bibit durian yang bakal ditanam di areal HKm kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam- Potensi hutan kemasyarakatan (Hkm) yang dikelola kelompok tani (Poktan) Kibok akan dimaksimalkan. Kawasan yang masuk wilayah Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara ini akan ditanami aneka macam kayu penghasil buah sebagai percontohan. “Insha Allah, penanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK) akan kami mulai 10 hari lagi,di areal HKM seluas 50 hektar,” ucap Ketua Poktan Kibok, Boidi, ketika dihubungi Pagaralam Pos kemarin (5/11).




Saat ini lanjut Boidi, pihaknya masih mempersiapkan jalur penanaman dan lobang. Persiapan ini dilakukan tiap tiga hari dalam satu pekan yakni pada Senin, Selasa dan Rabu dengan melibatkan anggota Poktan Kibok. “Pembuatan Jalur penanaman ini kami mulai dari pagi sampai petang,” tuturnya. Poktan Kibok memulai proses pembuatan jalur penanaman ini sekitar 1,5 bulan lalu.




Jika proses tersebut selesai, barulah kayu penghasil buah ditanam. Apa saja jenis kayu penghasil buah yang akan ditanam? Boidi menyebutkan ada lima jenis tanaman yang akan ditanam, yakni pala, nangka, durian, petai dan pokat. Tanaman ini dipilih karena batangnya kuat dan menghasilkan buah. “Tanaman tersebut dapat diambil buahnya tapi tak boleh ditebang. Ini dinamakan fungsi penghijauan,” terangnya.




Kelak menurut Boidi, areal HKm yang ditanami kayu penghasil buah tersebut akan dijadikan kebun percontohan. Kebun ini nantinya kata Sekretaris Poktan Kibok Rusi, akan dikelola dan dimanfaatkan dengan cara yang modern. Konsep ini lanjut dia, sudah diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Ribuan Bibit
Boidi menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan bantuan bibit tahap pertama sebanyak 28 ribu batang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi. Sedangkan pada tahap kedua nanti, jumlah bibit yang akan dibantukan sebanyak 4 ribuan batang. “Secara keseluruhan, jumlah bibit yang kami dapat itu 31 ribuan batang lebih,”urai Boidi. Rencananya seluruh bibit bantuan tersebut akan ditanam di areal Hkm. Boidi berharap, proses penanaman nanti berjalan lancar.




Sementara itu Sekretaris Poktan Kibok, Rusi menambahkan, bibit akan ditanam per baris. Misalnya dicontohkannya, satu baris ini ditanami petai. Lalu satu baris berikutnya ditanami durian, terus sampai semua bibit ditanam. “Jarak antar tanaman itu sekitar 4 meter,”tutur Rusi, ketika ditemui Pagaralam Pos di kediamannya di kawasan Talang Langur kemarin (7/11).




Antara 6-7 tahun mendatang, diperkirakan Rusi, bibit tersebut baru akan berbuah. Buah inilah yang nanti dapat dimanfaatkan oleh para anggota Poktan. Pemanfaatan buah ini nantinya akan dikelola secara modern melalui sebuah koperasi. Adapun kayunya tetap akan dipertahankan seperti itu sebagai wujud dari penghijauan.




Untuk diketahui, Poktan Kibok merupakan salahsatu kelompok di Pagaralam yang telah mengantongi Izin Usaha Pengelolaan HKm (IUPHkm). Luas areal kerja HKm untuk Poktan ini mencapai 440 hektar. Dengan adanya izin ini, Poktan ini sudah bisa mengelola kawasan yang sejatinya hutan lindung (Hutlin) dengan sejumlah ketentuan yang telah diatur KLHK.




Dikutip dari laman resmi Hutan Kita Insititute (Haki), aktivitas pertama Poktan Kibok setelah terbitnya IUPHkm adalah membuat demplot agroforestry, dan membuat kebun percontohan buah-buah bekerjasama dengan BPDAS Musi. Kegiatan ini disesuaikan dengan Rencana Kerja Umum (RKU).




Di Kecamatan Dempo Utara, masih ada beberapa Poktan lagi yang sudah mengantongi IUPHkm di antaranya Bukit Semantung di Dusun Kerinjing. Dihubungi Pagaralam Pos kemarin, Tedi, Ketua Poktan Bukit Semantung, IUPHkm untuk kelompoknya telah diserahkan secara simbolis beberapa waktu lalu. “Jumlah areal HKm yang disetujui izinnya ada 400 hektar,” sebut Tedi mengenai luas areal kerja HKm. (11/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.