Sopir Batubara Terancam Nganggur

PAGARALAM POS, Lahat – Pencabutan Pergub Nomor 23 tahun 2013, tentang Tata Cara Pengangkutan Batu Bara di Jalanan Umum, oleh Gubernur Sumsel, rupanya menuai suka cita. Kendati keputusan itu disambut baik masyarakat, juga akan berimbas pada ratusan sopir truk angkutan batubara, yang terancam nganggur.




Humas PT Salam Sriwijaya Sukses, Popi Sulaiman mengatakan, pihaknya siap mendukung dan mematuhi kebijakan Gubernur Sumsel. Tapi hal ini bukan hanya berimbas ke transportir yang sudah barang tentu berkurangnya jumlah angkutan saja, tetapi juga pengurangan jumlah sopir angkutan batubara. “Jelas bakal berimbas juga ke jumlah produksi. Kalau jalur umum ditutup, kita terpaksa menghentikan total angkutan,” katanya, Rabu (7/11).




Lanjutnya, selaku perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengangkutan, sejauh ini pihaknya hanya melewati jalur umum. Sementara, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan menggunakan jalur khusus milik PT Servo, atau tidak. “Belum ada rencana akan melewati jalur milik PT Servo tersebut. Yang pasti sejauh ini, 400 sopir kita terancam nganggur,” ucap Popi.




Dilain sisi, Alam, Humas PT Duta Alam Sejahtera selaku perusahaan penambangan batubara yang berada di Lahat, saat dihubungi belum mau berkomentar terkait kebijakan Gubernur Sumsel tersebut. “No coment dulu pak,” jawab Alam, melalui pesan singkatnya. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.