Tingkatkan Pembinaan kepada Pelaku Usaha

Foto: ist
Tatap Muka: Komite, pengelola BDC dan Askorkot Kotaku tatap muka bahas wacana program kegiatan kedepan di Sekretariat BDC, Rabu (7/11).

Walikota Tandatangani SK Komite BDC
PAGARALAM POS, Pagaralam – Komite Bussines Development Center (BDC) resmi kembali dibentuk kepengurusannya. Berdasarkan SK No.221 Tahun 2018 yang ditandatangani Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni tersebut, melibatkan unsur perwakilan instansi di lingkungan Pemkot Pagaralam, akademisi, swasta dan pelaku usaha.




Pjs Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Pagaralam, A Parliansyah ST MM, didampingi Kabid Kawasan Pemukiman, David Kenedy ST mengatakan dirinya membenarkan kepengurusan komite BDC ini baru saja ditetapkan berdasarkan SK Walikota Pagaralam. “Kita harapkan BDC ini nantinya pesan dan fungsinya kian optimal lagi dalam memberikan pembinaan kepada pelaku usaha yang ada di Pagaralam,” ujar Parliansyah seraya mengatakan BDC sendiri di bawah leading sektor dinasnya.




Dia menyebutkan bahwa tugas dan fungsi komite sudah jelas sebagai mana diatur dalam AD ART, begitupun juga dengan pengelola BDC. “BDC memiliki peran untuk mengembangkan, meningkatkan kualitas produk pelaku usaha binaan. Bisa memfasilitasi dan membina karena BDC merupakan pusat untuk pembinaan kepada pelaku usaha,” pintanya.




Ketua Komite BDC, Yeni Asmara, didampingi Wakil Ketua, Febri Antoni mengatakan, komite BDC yang baru untuk di 2018 ini baru di SK-kan yang ditandatangnai oleh Walikota Pagaralam tertanggal 6 November 2018, mengenai pembentukan komite BDC tahun 2018. “SK ini sebagai pembaharuan kepengurusan komite yang lama, perubahan atas SK Nomor 85 Tahun 2018,” ujar dia.




Lantas, dengan demkian sudah disahkannya kepengurusan yang unsurnya dari perwakilan instansi di lingkungan Pemkot Pagaralam, akademisi, swasta dan pelaku usaha, tengah menyusun rencana program pelatihan. “Alhamdulillah sudah di SK-kan. Saat ini kita bersama pengelola akan segera menyusun rencana program yang berkaitan untuk pembinaan kepada pelaku usaha mikro yang ada di Pagaralam,” ujar dia.




Mengenai pelaku usaha binaan, lanjut Yeni baru ada 4 KSM. Kendati demikian saat ini sudah ada puluhan KSM terdata akan kembali dibina. “Saat ini untuk pembinaan masih difokuskan kepada pelaku usaha bubuk kopi, karena kopi merupakan komoditi andalan Pagaralam. Namun tidak menutup kemungkinan, ke depan melebar ke produk usaha lainnya, seperti pangan olahan, kerajinan dan lainnya,” pungkas Yeni.




Ditambahkan Koordinator Kota Kotaku Pagaralam, Rachmad Gunarto, melalui Askorkot Kolaborasi, Rio mengatakan, usai di-SK-kannya komite, pihaknya sendiri melakukan tatap muka dengan komite dan pengelola BDC. “Kita harapkan program pelatihan yang diagendakan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat petani kopi, UMKM, KSM yang ada di Kota Pagaralam,” pungkasnya. (06/CE-V)

You can leave a response, or trackback from your own site.