SRG Fasilitasi Permodalan Pelaku Usaha

Foto : agung/Pagaralam Pos
PENDAMPINGAN TEKHNIS : Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni berharap mekanisme pembiayaan resi gudang memberikan permodalan kepada petani dan pelaku usaha

PAGARALAM POS, Pagaralam – Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH berharap, pendampingan teknis manfaat dan mekanisme pembiayaan resi gudang difasilitasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumatera Selatan di Kota Pagaralam, dapat mempercepat akses keuangan masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha.




“Keberadaan TPAKD kedepan, seluruh pemangku kepentingan seperti perbankan, dinas terkait dapat bersinergi dalam membuka akses keuangan kepada masyarakat, guna mendorong pengembangan potensi komoditi produk unggulan, seperti petani kopi dan komoditi lainnya dalam meningkatkan produktifitas,” terang Alpian saat menghadiri kegitan pendampingan teknis manfaat dan mekanisme pembiayaan resi gudang, bertempat di ruang rapat Besemah I Setda Kota Pagaralam, kemarin.




Sambung Alpian, dinas terkait, perbankan juga pihak lainnya hendaknya dapat mensosialisasikan secara intensif produk-produk jasa keuangan yang dapat diakses masyarakat, dalam membantu mempermudah akses masyarakat. “Petani memiliki peranan penting dalam mempercepat akses kelembagaan keuangan dan pembangunan di Kota Pagaralam melalui usaha yang mereka lakukan,” katanya.




Lebih jauh kata Alpian, Sistem Resi Gudang (SRG) hampir sama dengan lumbung desa, sedangkan lumbung desa tidak ada jaminan, tapi SRG bisa diperjualkan 70 persen dari barang yang dititipkan. Adanya sistem resi gudang, manfaatnya standar harga lebih stabil. Selain itu, komoditas yang ditipkan selain aman, baik juga mutu kualitas terjamin, serta bisa pinjaman pembiayaan dengan jaminan resi gudang.




Sementara itu, Sekretaris TPAKD Sumatera Selatan, Sabil mengatakan, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, TPAKD memperluas akses keuangan bagi seluruh petani dan pelaku usaha, mulai dari layanan keuangan tanpa kantor, tabungan simpanan pelajar, pokja Roadshow atau sosialisasi, pokja pendampingan UMKM dan Pokja pendampingan sistem resi gudang di Kota Pagaralam. “Kita akan buka akses keuangan, bagaimana petani kopi ketika butuh dana, bisa menfaatkan sistem resi gudang untuk melakukan pinjaman digudang minimal 70 persen dari nilai,” terangnya.




Sambung Sabil, sebagian besar masyarakat Pagaralam bergerak bidang pertanian padi dan kopi, sehingga perlu Bank SumselBabel sebagai bank penerima faedah dan Pemkot Pagaralam sebagai pemegang saham. “Saya yakin, ketika sistem resi gudang berjalan, nantinya para petani dan pelaku usaha akan difasilitasi akses permodalan dari jasa keuangan,” terangnya.




Turut hadir dalam kegiatan ini, Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan, Dewan Pengawas Kopi Sumsel, Sekda Pagaralam Drs H Safrudin MSi, Kepla OPD, kelompok tani serta undangan lainnya.

Bank SumselBabel Siap Salurkan Dana
Sebagai Bank pembangunan daerah, Bank SumselBabel Kota Pagaralam siap mendukung serta bersinegi dengan program Pemerintah Kota Pagaralam dalam membangun daerah. “Misi kita memang untuk membagun daerah. Berapapun kebutuhan untuk pemenuhan kredit para pelaku usaha dan petani di Kota Pagaralam, akan kami bantu dan tidak akan dibatasi sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Pimpinan Bagian Kredit Retail Bank SumselBabel Pusat, Asraf Kurniawan didampingi Pimpinan Bank SumselBabel Kota Pagaralam, M Taufan Yulistian melalui Wakil Pimpinan Hermansyah ditemui usai acara kegitan pendampingan teknis manfaat dan mekanisme pembiayaan resi gudang difasilitasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah ((TPAKD) Sumatera Selatan, di ruang rapat Besemah I Setda Kota Pagaralam, kemarin.




Sejauh ini kata Hermansyah, berbagai bentuk program perbankan yang ada di Kota Pagaralam, disalurkan untuk memajukan perekonomian da kesejahteraan masyarakat Pagaralam, sebagai komitmen membangun geliat perekonomian daerah. (08)

You can leave a response, or trackback from your own site.