Kasus Hukum Pada Anak Menjadi Dilema

Foto : Fin
DENGARKAN : Audiens saat mendengarkan arahan yang disampaikan dalam sosialiasi hak anak.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Salah satu dilema aparat penegak hukum adalah kasus pidana yang pelakunya adalah anak dan korbannya juga masih berstatus anak. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh buruk lingkungan terhadap jiwa anak, hingga terjadi adanya kasus kekerasan hingga mengarah ke pidana yang menjadi korban anak, dan pelakunya juga anak.




Demikian juga dengan kasus pelecehan seksual, korbannya anak dan pelakunya juga anak, sering kali menjadi delima bagi aparat penegak hukum bagaimana penerapan hukumnya. Pengaruh negatif kemajuan tekhnologi, akses video porno melalui internet diduga menjadi salah satu penyebab.




“Anak-anak dengan mudah mengakses video porno di internet. Beruntung saat ini, pemerintah melakukan upaya pemblokiran situs-situs terlarang tersebut, sehingga sekarang cukup sulit diakses, kecuali dengan link-link tertentu saja,” ungkap Assiten 1 Pemkab Empat Lawang, Rachmad Riyandi saat mewakili Bupati Empat Lawang membuka kegiatan sosialisasi hak anak dalam rangka mewujudkan Kabupaten Empat Lawang layak anak, yang digelar di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Kamis (29/11).




Demikian juga lanjut Riyandi, ada anak-anak yang dibawa oleh orang dewasa melakukan perampokan. Anak-anak yang semestinya terjaga dari tindakan-tindakan kriminal seperti itu, justru terlibat kasus hukum seperti itu, tentu menjadi dilema bagaimana pendapat hukumnya. “Adanya tindakan kasus-kasus hukum semacam itu semestinya dapat kita cegah jika lingkungan, para guru dan orang tua dapat peduli dan menjaga anak-anak jangan sampai menjadi pelaku tindakan kriminal,” ujarnya.




Seluruh elemen masyarakat dan para orang tua, sebut dia, dapat menjadikan lingkungan layak anak. Sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik secara berkwalitas. “Mudah-mudahan kita semua dapat mendukung ini,” harapnya.




Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, Agus Rocmad Basuki melalui Kabid Perlindungan Anak, Suhaida menyampaikan, perlidungan terhadap anak bukan hanya tugas DPMDP3A saja, namun semua pihak berkewajiban untuk melakukan perlindungan terhadap anak. “DPMDP3A hanya kesekretriatan saja. Semua kita berkewajiban melakukan perlindungan terhadap anak. Termasuk OPD dan stake holder terkait, sekolah dan guru-guru serta para orang tua,” ujar Suhaida. (12/Rel)

You can leave a response, or trackback from your own site.