Empat Lawang Belum Miliki Peta Rawan Bencana

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Sebagai daerah yang memilki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi, Kabupaten Empat Lawang ternyata belum memilki peta wilayah rawan bencana. Saat ini Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, baru sebatas melakukan penyusunan atau pemetaan rawan bencana di seluruh wilayah Kabupaten ini.




Tentu saja tidak dapat dipungkiri, penyusunan rencana tata ruang tata wilayah (RT/RW) Kabupaten yang berslogan “Saling Keruani Sangi Kerawati” sebelumnya ini, dapat dipastikan tidak terintegrasi dengan pemetaan wilayah bencana, karena memang tidak memilki peta rawan bencana yang dimaksud.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Muhammad Taufik saat dibincangi kepada wartawan beberapa waktu lalu menyebut, sebelumnya rencana penyusunan peta rawan bencana, ada pada badan yang dia pimpin.




Namun belakangan, rencana penyusunan peta rawan bencana dilimpahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, untuk mengerjakannya. “Bagi BPBD, siapapun yang mengerjakannya, itu tidak masalah, yang penting produk yang dimaksud ada dan selesai disusun dan dapat dipergunakan,” ungkap Taufik.




Saat ini sebut Taufik, pihaknya belum menerima peta rawan bencana yang merupaka produk pemetaan rawan bencana di Kabupaten Empat Lawang. “Iya, belum ada. Kemungkinan ini masih dilakukan penyusunan oleh DPUPR Kabupaten Empat Lawang,” sebutnya.




Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Empat Lawang, Yulius Sugiantara. Menurut dia, penyusunan peta rawan bencana bukan pihaknya yang lakukan. Pemetaan rawan bencana Kabupaten Empat Lawang, dilakukan Bidang Penataan Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang. “Bukan kita yang susun. Yang melaksanakan pemetaan itu Dinas PUPR, tepatnya di Bindang Penataan Ruang,” terang Yulius.




Saat ini sebut dia, Bappeda Empat Lawang masih menunggu hasil penyusunan peta rawan bencana yang dikerjakan itu, karena sangat berguna bagi perencanaan pembangunan kedepan, baik jangka menengah maupun jangka panjang. “Biasanya kalau sudah selesai suatu produk pemetaan, kita Bappeda terima itu. Tapi kalau sekarang belum (terima),” kata dia.




Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Kabid Penataan Ruang, Amrullah mengakui pengerjaan pada pemetaan dan penyusunan wilayah rawan bencana memang pihaknya yang kerjakan. Namun saat ini belum tuntas dilakukan. “Saat ini sedang dalam tahap survei ke berbagai lokasi, untuk selanjutnya menjadi bahan penyusunan peta rawan bencana,” ungkap Amrullah.




Dijelaskannya, pada penyusunan peta rawan bencana, bukan sesuatu hal yang mudah. Pihaknya harus memastikan kondisi di lapangan dan mengambil sampel atau data sebagai bahan dalam pemetaan. “Jika pemetaan selesai dan produk dari pemetaan itu selesai, akan dibagikan ke seluruh OPD di Kabupaten Empat Lawang, untuk menjadi bahan acuan pada pelaksanaan kegiatan pembangunan di segala bidang,” jelasnya.




Sejauh ini sebut dia, tidak ada kendala yang dialami pihaknya dalam melakukan pemetaan wilayah bencana di Kabupaten Empat Lawang. Hanya saja, minimnya data yang dimiliki, menjadi tantangan tersendiri pihaknya untuk melakukan penyusunan peta rawan bencana. “Penyusunan peta rawan bencana akan diintegrasikan pada rencana tata ruang dan rencana tata wilayah Kabupaten Empat Lawang,” ujarnya.




Saat ini sebut dia, Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang sedang mengajukan peninjauan kembali (PK) Perda RT/RW Kabupaten Empat Lawang. PK yang dilakukan ini kata dia, merupakan hal yang biasa dilakukan per-5 tahun sekali, mengingat dalam pertahun terjadi perubahan kondisi wilayah. “Sebelum PK disetujui, RT/RW yang lama itu masih berlaku,” tukasnya. (12/rel)

You can leave a response, or trackback from your own site.