Pusat Pelatihan Gajah Akan “Dikebuni” Warga

Foto : Ist For Pagaralam Pos
MUSYAWARAH : Wakapolres Lahat Kompol Budi Santoso, ketika bermusyawarahbdengan warga, Minggu (2/12).

PAGARALAM POS, Lahat – Puluhan warga Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat. Kembali mendatangi kawasan hutan pusat latihan gajah, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, dibawah Kementrian Kehutanan.




Warga mengklaim, bahwa lahan yang disengketakan seluas 150 ha itu, sebelumnya milik masyarakat Desa Padang. Kepunyaan sekitar 100 warga. Kedatangan warga sendiri, hendak menebas guna membuka lahan tersebut menjadi areal kebun warga. “Sejak jaman Belanda dan Jepang, lahan ini adalah milik kami. Kami ingin menanam padi di lahan ini,” ujar Bastawi (61) salah satu warga yang mengklaim lahan terbut milik keluarganya, Minggu (2/12).




Kades Padang, Samroh (58) menuturkan, dirinya telah menghimbau masyarakat gar masalah ini bisa diselesiakan secara baik- baik. Namun masyarakat nampaknya sudah lelah untuk terus bersabar. “Saya sudah tidak bisa lagi mencegah keinginan masyarakat,” katanya.




Situasi reda dan masyarakat kembali pulang, setelah pihak Kecamatan, Kades, dan puluhan anggota Polres Lahat ke lokasi. Berupaya kembali mekakukan musyawarah antara masyarakat dengan pihak BKSDA. “Kita minta agar semua pihak menahan diri. Permasalahan ini diharapkan bisa diselesaikan secara baik- baik,” sampai Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik melalui Wakapolres Lahat Kompol Budi Santoso. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.