Keluh Sopir Angkot, Tiga Jam Ngantre Malah Berujung Kecele

Foto: Pidi/Pagaralam Pos
ANTRE BBM: Sejumlah kendaraan roda empat berbaris panjang antre pengisian BBM di Jalan Air Perikan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Darmono (56), begitu gembira. Setelah berjam-jam ngantre, akhirnya gilirannya untuk mengisi minyak sampai. Darmono mengarahkan mobil Angkutan Kota (Angkot) yang dikemudikannya ke depan pintu masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Air Perikan.




Bukannya masuk, Angkot bewarna kuning ini malah balik kanan. “Minyaknya sudah habis,” kata sopir jurusan Pasar – Simpang Mbacang ini. Hari itu (5/12), jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, sembari memendam kekecewaan, Darmono memutuskan pulang ke rumahnya di kawasan Talang Kelapa.




Darmono, langsung mengecek persediaan minyak di rumah. Ada. Masih ada sekitar lima liter. Ini merupakan persediaan minyak terakhir yang disimpan Darmono. “Cukuplah untuk narik beberapa saat,” ucapnya.




Kamis (6/12) sekitar pukul 11.30 WIB, selepas narik penumpang, Darmono kembali ngantre. Mobilnya nampak berada di urutan nyaris paling belakang. Ikut berbaris panjang di jalan aspal Air Perikan. Sembari nunggu giliran, ia bersama-sama pengantre lainnya duduk lesehan di bawah teduhnya pohon yang tumbuh di tengah jalan Air Perikan.




Kecele mengisi BBM jenis premium bukan kali pertama yang dirasakan Darmono.Ia mengaku sudah empat kali dirinya mengalami nasib demikian. Padahal Darmono sudah ngantre lebih dari tiga jam. “Sebelum dzuhur, saya sudah ngantre,” ucap lelaki berumur 56 tahun ini ketika dijumpai Pagaralampos.com




Darmono tak sendiri. Masih banyak sopir Angkot yang mengalami nasib yang serupa. Agusman misalnya. Sopir Angkot jurusan Pasar-Bumi Agung ini juga mengaku sudah beberapakali kecele. “Begitu hendak masuk SPBU, eh premiumnya habis,” ucap Agusman. “Padahal ngantrenya sudah lama. Berpanas-panas. Menahan lapar,” ucapnya sopir yang bermukim di Dusun Gunung Agung Lama Kecamatan Dempo Utara ini.




Sebenarnya jumlah premium yang hendak dibeli Agusman dan Darmono tidaklah banyak. “Kalau saya, mengisi 31 liter. Sekitar Rp 200 ribu,” ucap Agusman. “Sekali ngisi, 30 liter,” kata Darmono. Minyak ini baru habis dalam kurun waktu dua hari. Mereka baru ngisi minyak setelah pulang narik penumpang. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.