Musim Hujan, Penghasilan Getah Karet Berkurang

PAGARALAM POS, Muratara – Tingginya Intensitas curah hujan sepanjang akhir bulan November hingga bulan Desember 2018, mengakibatkan penghasilan getah karet para petani di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengalami penurunan. Hal tersebut menjadi keluhan masyarakat, karena harga jual getah yang murah, ditambah penghasilan mereka berkurang Selama musim penghujan sekarang ini.




Seperti yang dikatakan Samsimar (54), salah satu warga Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Dirinya mengeluhkan hasil dari getah karet yang berada di kebunnya, karena dirinya menganggap selama musim hujan tersebut kualitas getah karetnya kurang bagus.




“Kalau musim hujan seperti ini, kebanyakan petani karet tidak pergi ke kebun untuk menyadap, dan kualitas getah karet pada musim hujan seperti ini juga jelek, getahnya mencair, tidak kental seperti biasanya,” katanya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (5/12).




Hal serupa juga dikatakan petani karet lainnya, Ahmad (42) atau biasa di kenal Mad, ceritanya, di musim penghujan sangat berpengaruh terhadap penghasilan dan juga kualitas getah karet saat disadap.




“Biasanya belum masuk musim penghujan, satu minggu hasil sadapan berkisar 50 Kg hingga 58 Kg, dan kualitas getahnya juga lebih kental. Kalau musim penghujan, getah karet yang dihasilkan encer, hasil yang didapatkan satu minggu paling banyak 40 Kg, bahkan sering di bawah angka tersebut,” ujarnya.




Disinggung mengenai penghasilan dari getah karet yang biasa dijualnya, dirinya mengatakan, musim penghujan seperti sekarang jauh menurun. “Jelas pendapatan kami menurun kalo kondisi cuaca seperti ini, apalagi harga karet tidak kunjung normal. Paling tinggi kami bisa jual karet tersebut dengan harga Rp 7000/Kg,” pungkasnya. (mg01)

You can leave a response, or trackback from your own site.