Jeme Besemah itu Humoris

Beragam
PAGARALAM POS, Pagaralam– Bercanda sering terlihat ketika ada dua orang atau lebih berbincang-bincang. Di Besemah, bercanda disebut dengan beragam. Ini merupakan bukti bahwa jeme Besemah itu homoris.




Beragam, menurut Anggota Lembaga Adat Besemah Satarudin Tjik Olah merupakan bentuk humor yang kerab terlihat dalam interaksi sosial di masyarakat Besemah. “Tujuannya hanya menghibur belaka. Tidak serius,”ucap Satar ketika ditemui Pagaralam Pos kemarin (11/1).




Itulah sebabnya, ketika ada orang yang beragam, biasanya lawan bicaranya akan tertawa. Tidak marah karena tahu itu hanya sekedar canda belaka, tidak serius. “Kalu ada diragami, tidak ada yang marah,”ucapnya.




Namun Satar menambahkan, tak semua orang yang bertemu bisa saling melontarkan canda. Hanya orang yang sudah akrab saja yang biasanya bisa melemparkan canda. Maka, sukar sekali melihat ada orang yang mau melempar canda kepada orang yang baru dikenalnya.

Ragam Sudok dan Ragam Perjake
Di Besemah sendiri, dikenal yang namanya Beragam sudok dan Beragam perjake. Menurut Satar beragam sudok, merupakan canda yang kata-katanya terdengar ‘kasar’. Tapi katanya, tetap saja ketika ragam itu dilontarkan, akan mengundang tawa orang.




Adapun ragam perjake lanjut dia, adalah bentuk canda yang dilontarkan antar bujang dan gadis. Ragam ini pun dapat mengundang tawa bagi orang-orang yang mendengarnya. Adanya kebiasaan beragam ini disebutkan Satar, membutikan bahwa masyarakat Besemah itu memiliki jiwa yang humoris.




Beragam juga menarik perhatian band Hutan Tropis-yang vokalisnya merupakan orang Pagaralam. Dalam instagram resminya, Hutan Tropis mem-posting sebuah video yang berisi dua orang yang sedang beragam.




Sementara itu dikutip dari laman aparti.com, bercanda adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Bercanda memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga bercanda dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Bergurau, Berseloroh, Berkelakar
SELAIN beragam, bercanda juga memiliki banyak persamaan dengan kata lain. Dihimpun dari wikipedia.org, bercanda memiliki persamaan kata dengan bergurau, berseloroh, dan berkelakar juga dengan guyon. Pendek kata, bercanda sama denagn berseloroh, sama denagn bergurau dan sama dengan guyon.




Bergurau seperti dikutip dari laman aparti.com, berarti berkata-kata untuk main-main saja. Bergurau juga berarti berkelakar. Bergurau juga berarti berjenaka. Sementara berseloroh bersenda gurau. Berseloroh juga berarti berkelakar. Berseloroh juga berarti berolok-olok. Pun dengan guyon yang juga memiliki arti bergurau.




Namun bercanda berbeda dengan lelucon. Dikutip dari laman wikipedia.org, lelucon biasanya merupakan cerita pendek atau susunan perkataan yang bersifat lucu. Terdapat beberapa kategori lelucon. Dari lelucon sederhana hingga lelucon yang menggunakan sarkasme. Lelucon biasanya menyenangkan untuk sebagian orang, tetapi lelucon itu menjadi menyakitkan bagi pihak lainnya.




Meskipun demikian, bercanda tetap harus ada batasnya. Dikutip dari laman islampos.com bercanda harus didasari dengan niat yang benar. Kemudian tidak berlebihan ketika bercanda. Selanjutnya tidak bercanda untuk perkara yang serius. Orang yang suka bercanda juga harus melihat dulu orang yang jadi sasaran canda itu. Boleh jadi orang yang dicandai itu tidak suka. (net/berbagai sumber)

You can leave a response, or trackback from your own site.