Mengaku Tanam Ganja Karena Terhimpit Ekonomi

PAGARALAM POS, Lahat – Prestasi besar kali ini diukir Polres Lahat. Sebanyak 390 batang ganja siap panen, berhasil diamankan bersama tiga dari lima tersangka. Diantaranya Yayan Ibnu Saleh (38), Harliansyah alias Anca (36) dan Dodi Irawan (35), di wilayah Desa Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat.




Yayan, yang mengaku selaku pemilik kebun mengatakan, dirinya nekat menanam ganja lantaran sudah ditahlukkan oleh uang. Pasalnya, akibat perekonomiannya melemah, sedangkan dirinya sudah dililit hutang. Yayan memilih menanam ganja, agar bisa mendapatkan uang dengan mudah. “Nyalon Kades, la kalah. Aku ni miskin, utang la banyak. Aku la kalah, karena ditahlukkan uang, atau terhimpit ekonomi,” ucap Yayan dengan logat daerahnya, saat dibincangi media ini, Sabtu (9/2), ketika press reles di Mapolres Lahat.




Pria beranak tiga ini membeberkan, sebelum memutuskan menanam ganja, Yayan merupakan seorang petani. Sayangnya usaha tanaman cabai dan sayur yang digelutinya tumbang, akibat terserang hama. Sedangkan modal untuk kembali bertani, Yayan sudah tidak punya. “Inila yang mudah nyari uang. Aku cuma nanam, tapi yang masarkanya Yuyun (DPO) . Punya aku ada sekitar 100 batang, baru berumur sekitar 4 bulan. Keuntungannya bagi rata. Kalau punya Yuyun, sudah berumur satu tahun lebih,” akui Yayan.




Dihadapan media ini, Yayan membeberkan, untuk menghasilkan uang dari tanaman ganja ini, masing-masing memiliki peran. Ia bersama Yuyun yang menanam. Anca dan Dodi, yang merawat. Arbin (DPO) dan Yuyun yang memasarkan. Untuk satu kilo daun ganja basah, dihargai Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta, dengan hasil penjualan dibagi rata. “Yuyun juga yang menyiapkan bibit ganja, saya hanya merawatnya saja,” ucap Dodi yang sudah delapan tahun, hanya berada didalam kebun itu.




Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, didampingi Wakapolres, Kompol Budi Santoso mengatakan, narkoba bukan hanya berbahaya bagi kesehatan, tapi juga bisa merusak masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus memburu baik pemakai, penjual, ataupun penanam. “Tidak akan berhenti sampai disini, kita akan memburu pelaku lainnya. Masyarakat kami ingatkan, jangan coba-coba lagi menanam ganja,” tegas Ferry. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.