Penghasilan Masih Minim, UMKM Belum Wajib Bayar Pajak

Foto: Pidi/Pagaralam Pos
DIGITAL: Seorang pelaku UMKM menunjukkan aplikasi pencatatan keuangan di telepon pintarnya. Aplikasi ini mempermudah pelaku UMKM membuat neraca keuangan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Penghasilan yang didapat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai masih minim. Karenanya, mereka belum wajib membayar pajak kepada negara.




“Kalau usaha ini (UMKM) ‘naik kelas’, baru mulai membayarkan kewajiban (pajak),” ucap Kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan Bangka Belitung (Babel) Imam Arifin, ditemui usai me-launching business development service (BDS), di RM Lagenda, Rabu lalu (6/3).




Menurut Arifin, pajak wajib dibayar oleh orang yang penghasilannya di atas ketatapan pajak tidak kena pajak (PTKP) yakni Rp 4,5 juta/bulan. Nah, katanya penghasilan pelaku UMKM katanya, di bawah nilai PTKP ini alias belum besar. “Sehingga, kami asumsikan, UMKM belum wajib bayar pajak,”tuturnya menjelaskan.




Itulah sebabnya Arifin menghimbau kepada pelaku UMKM di Pagaralam tak perlu khawatir untuk ditagih untuk membayar pajak. Ia meminta, supaya UMKM fokus dulu dengan pengembangan usahanya baru kemudian membayar pajak. “Nanti kalau sudah gede aja,”ucapnya. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply