Layanan Rehabilitasi IPWL Belum Optimal

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kehadiran Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pecandu narkoba, hingga saat ini belum optimal melakukan pelayanan rehabilitasi. Hal ini diakui Kepala BNN Kota Pagaralam, Andi Gunawan melalui Kasi Rehabilitasi, Wujud.
“Di Kota Pagaralam, sudah ada empat institusinya dan sudah ditunjuk melalui SK Kementrian Kesehatan. Selain BNN, tiga lainnya ada di Puskesmas Sidorejo, Bumi Agung, dan Bandar. Hanya saja, untuk pelayanan di IPWL belum optimal, karena beberapa kendala,” ungkap Wujud usai rapat koordinasi dengan satker terkait mengenai rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di Hotel Pavour, kemarin.
Beberapa kendala disebutkan Wujud, kurangnya SDM dalam hal ini personel dokter. Ada beberapa dokter yang puskesmasnya sudah memiliki SK Kementrian Kesehatan, justru pindah. Di 2019, data rehabilitasi penyalahgunaan narkotika ada 14 orang.
Wujud juga menegaskan, untuk pelayanan rehabilitasi bagi pecandu, masyarakat bisa langsung puskesmas yang ditunjuk atau yang sudah ada SK sebagai IPWL. Mekanismenya, yang bersangkutan melapor ke petugas dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine positif atau tidak. “Pelayanannnya gratis tanpa pungutan,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Puskesmas Sidorejo, Dr Tanto, layanan rehabilitasi di puskesnya belum optimal. Dikarenakan masih kekurangan tenaga dokter fungsional. “Sudah berjalan namun tidak optimal. Di Puskesmas kekurangan tenaga dokter yang bisa fokus terhadap masalah ini (rehabilitasi pecandu, red). Dokter fungsional kami kosong. Sudah kita usulkan ke Dinkes tapi sepertinya butuh waktu,” pungkasnya. (06)

You can leave a response, or trackback from your own site.