Tak Hanya Kelayuan dan Hajatan, Bangkitkan Ciri Khas Masyarakat Besemah

Foto: Madhon/Pagaralam Pos
GOTONG-ROYONG: Walikota Pagaralam Alpian Maskoni menyerukan masyarakat, untuk bisa membangkitkan lagi semangat gotong-royong di Pagaralam.

PAGARALAM POS, Pagaralam – ‘Semakin zaman berkembang, kini dikenal dengan zaman IT dan Millenial, nilai budaya gotong-royong di masyarakat semakin berkurang, jadi kalau gotong-royong itu di Pagaralam, masih sangat kelihatan hanya diluar kelihatan,’ kalimat penuh tanya itu, diucapkan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, saat menghadiri penilaian Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kelurahan Candi Jaya, Kamis (4/4).




Gotong royong yang masih kelihatan disini, kata Kak Pian, yakni bila ada masyarakat meninggal dunia dan ada hajatan, jadi ada istilahnya membentuk panitia dan membubarkan pantia. “Nah, disitulah adanya budaya gotong-royong, jadi bahu membahu masyarakat, untuk hajatan itu ada yang bentuknya arisan, ayam, beras dan segala macamnya, itulah bentuk gotong royong yang masih ada di Pagaralam,” paparnya.




Lebih jauh Kak Pian mengakkui, telah sama-sama disadari bahwa gotong royong itu, merupakan program kedua dari PKK. Di Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam sekarang ini, semangat dan budaya gotong royong itu dibangkitkan lagi, bagaimana setiap Jum’at diadakan aksi Jum’at bersih.




“Kami bersama dengan SKPD, Camat hingga Lurah, melakukan aksi Jum’at bersih secara bersama-sama. Ini harapannya untuk kita kembali memunculkan dan membangkitakan semangat gotong-royong, yang dulu adalah ciri khas masyarakat Kota Pagaralam, yang lebih di kenal dengan suku Besemah,” ungkapnya.




Melalui aksi Jum’at bersih itulah, tambah Kak Pian, dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama, minimal semangat-semangat gotong royong itu ada, tidak hanya pada saat kelayuan atau hajatan saja. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.