Gunakan Cara yang Elok, Masih Ada Pemilih dan Caleg Rasional

Foto: net
Ilustrasi

PAGARALAM POS, Pagaralam – Akbar Zambrullah gusar bukan main. Gara-garanya ia dianggap ‘matikah mesin’-sebuah istilah yang merujuk pada tidak melakukan gerakan apapun. Padahal Caleg PPP Pagaralam Selatan ini mengaku, masih bergerak. “Saya memang tidak membagikan duit. Nah karena inilah, saya dianggap ‘matikah mesin’,” ujar Akbar.




Diakui Akbar, praktik pemberian duit sangat-sangat mempengaruhi pilihan masyarakat. Gara-gara duit, pilihan masyarakat dapat berubah dalam tempo yang singkat. Ini karena duit merupakan beban yang mesti dijawab oleh para pemilih. Toh Akbar mengakui, bahwa masih ada waktu bagi dirinya untuk meyakinkan pemilih dengan cara yang elok.




Akbar tak sendiri. Masih ada Caleg yang tak menggunakan ‘CU’. Idi Jangcik SKom MKom misalnya. Caleg Partai Berkarya Zona Dempo ini lebih memilih menawarkan program kepada para pemilihnya. Program ini ditawarkan ketika mendatangi langsung para pemilih di rumah. “Karena bagi saya, politik uang itu haram,”ujarnya saat dihubungi Pagaralam Pos beberapa waktu lalu. “Saya maju dengan niatan lurus. Makanya caranya pun harus lurus,” tambahnya.




Jangcik yakin, meskipun tak membagikan duit, masih ada pemilih yang akan memilihnya. Paling tidak, katanya, dalam satu rumah, ada satu dua pemilih yang rasional. Mereka inilah yang diharapkan Jancik dapat melawan praktik politik uang.




Di tempat terpisah, Jalius Caleg partai Perindo Dapil Zona Dempo tengah blusukan siang itu. Saat blusukan ini, setengah bercanda, seorang penduduk bertanya Jalius “Lukmane kah milu care luk jeme banyak,”? tutur Jalius menirukan pertanyaan orang itu, kepada Pagaralam Pos beberapa waktu lalu. Pertanyaan ini kira-kira bermaksud seperti ini, apakah Jalius akan membagi-bagikan duit juga. Jalius pun menjawab dengan santai “Amen nak duit aku dek bedie. Ame kartu aku ade,” katanya.




Pemilih pun tak semua suka dikasih duit. Helmi Madjid (60) misalnya. Warga Dusun Bumi Agung Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Dempo Utara ini mengaku, “Kalau dikasih duit, saya akan tolak,” tegasnya saat ditemui Pagaralam Pos kemarin. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.