SMA N 1 Tebing Tinggi Tak Lagi Gratis

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, akan menetapkan besaran pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) maksimal Rp 1 juta per bulan, pada tahun ajaran 2019/2020, mendatang.




Hal tersebut menyusul ditetapkannya sekolah ini menjadi salah satu dari 27 SMA di Sumatera Selatan (Sumsel), sebagai sekolah mandiri, oleh Gubernur Sumsel melalui surat keputusannya terkait penetapan sekolah rujukan di Bumi Sriwijaya.




Kepala SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, Ajrianto menegaskan, dengan adanya keputusan Gubernur Sumsel tersebut, ini menegaskan bahwa SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, tidak lagi menyelenggarakan kegiatan sekolah gratis pada tahun depan, karena ditetapkan sebagai sekolah mandiri atau sekolah unggulan. “Sekolah mandiri diberikan kewenangan untuk menetapkan besaran pungutan biaya sekolah atau SPP setiap bulannya, dengan jumlah maksimal Rp 1 juta. Mengapa harus ditetapkan maksimal, karena ada SMa mandiri di Palembang menetapkan SPP perbulannya lebih satu juta, bahkan sampai Rp 1,5 juta perbulan per siswa,” jelas Ajrianto.




Tentu saja kata Ajrianto, SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, tidak mungkin bisa menerapkan SPP dengan besaran maksimal. Mengingat itu tidak mungkin dilakukan karena para orang tua siswa khususnya di Empat Lawang, tidak akan mampu, karena keterbatasan ekonomi.”Meski kita upayakan siswa-siswi yang mendaftar di sini, benar-benar siswa yang berminat ke perguruan tinggi, namun kita juga harus mengukur rata-rata penghasilan para orang tua siswa di Empat Lawang,” tambahnya.




Kemungkinan lanjut Ajrianto, pihak sekolah akan menetapkan besaran SPP sekitar Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per bulan per siswa pada tahuan ajaran 2019/2020. Angka tersebur cukup realistis di Empat Lawang terhadap kebutuhan sekolah mandiri yang memang tidak lagi mendapatkan subsidi lagi dari pemerintah. “Insyaallah itu tidak begitu memberatkan para orang tua. Jika dibandingkan dengan seluruh sekolah mandiri di Sumsel, saya yakin kita lebih murah,” kata dia.




Lebih lanjut Ajrianto mengatakan, sebagai sekolah yang tidak gratis, pihaknya menjamin mutu pendidikan di sekolah yang dikepalaiinya tersebut. Sebagai bukti, dia menyebut setiap tahun alumni SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, selalu berhasil menempatkan para siswanya di perguruan tinggi negeri (PTN) paling banyak dibandingkan sekolah sederajat lainnya di Empat Lawang. “Itu jaminan saya. Sekolah lain bahkan tahun kemarin ada yang tidak mampu satu orang pun lulus tes masuk PTN, kita paling banyak, ini sebagai bukti bahwa kita menjamin mutu,” tukasnya. (07)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply