Belanju Riaye

Foto: dok/Pagaralam Pos
MENUJU TUJUAN: Bus merupakan moda transportasi yang banyak dipilih masyarakat untuk mudik ke tempat asalnya. Foto diabadikan beberapa tahun lalu.

Merajut Silaturahim di Tanah Asal

PAGARALAM POS, Pagaralam – Dari Palembang berangkat ke Pagaralam ini dinamakan mudik. Sebab mudik bermakna kembali ke hulu. Sedangkan Pagaralam adalah daerah hulu adapun Palembang di hilir. Bila keperluannya untuk merayakan Idul Fitri, maka disebut dengan belanju riaye.




Menurut Sejarawan Sumatera Selatan, Bastari mudik adalah istilah bagi orang pulang ke tanah kelahirannya. Adapun tujuan mudik dikatakannya bermacam-macam, tergantung dengan individu masing-masing. “Ada yang mudik karena rindu dengan keluarga dan kampung. Ada juga yang mudik karena mau lebaran seperti sekarang ini,”tuturnya saat dihubungi Pagaralam Pos dalam sebuah kesempatan tahun lalu.




Namun Bastari menyatakan, istilah mudik tidak sepenuhnya tepat dilekatkan pada aktivitas pulang kampung. Mudik, jelas dia berarti menuju udik (hulu). Karenanya, ia mencontohkan, orang dari Palembang pulang ke Pagaralam sangat tepat disebut sebagai mudik. Sebab, Pagaralam adalah daerah hulu, sedangkan Palembang dari hilir. “Kalau orang Pagaralam mau ke Palembang, ini tidak tepat dikatakan mudik. Semestinya disebut milir artinya ke hilir,”ucap penulis buku tentang sejarah Besemah ini.




Karena itu Bastari mengusulkan satu istilah yang lebih tepat ketimbang mudik yakni belanju. Menurut Bastari belanju ialah aktivitas orang rantau yang pulang ke tanah kelahiran atau asalnya. Karenanya, istilah ini bisa dipakai oleh orang yang mau pergi ke mana saja. Belanju juga tak memiliki lawan istilah sebagaimana mudik dengan milirnya. “Bila bertujuan untuk merayakan hari raya, maka disebutlah dengan istilah belanju riaye,”lanjutnya




Dulu istilah belanju masih dipakai masyarakat Besemah. Bastari terkenang dengan masa lalunya. Suatu ketika dia pulang ke Pagaralam dan ditanyai oleh keluarganya. “Sughang belanju (pulangnya sendirian saja?),”kata Bastari mengenang sapaan seorang keluarganya puluhan tahun lalu itu.




Adapun kini, istilah belanju cukup jarang diucapkan warga Pagaralam. Bastari menduga ini terjadi karena warga Pagaralam biasanya berusaha mencoba menyerap istilah baru. Ini membuat istilah seperti belanju lama-lama dilupakan. Kasus ini menurut Bastari sama dengan penggunaan ngabuburit. Kata Bastari, istilah ngabuburit lebih populer ketimbang nunggu buke (Besemah) atau anten-anten nunggu buko (Palembang). “Padahal istilah ngabuburit tak elok didengar bagi kita orang Besemah dan Palembang,”tambah Bastari.




Selain belanju, kata anggota Lembaga Adat Besemah Satarudin Tjik Olah, ada istilah Besemah lainnya yang mengambarkan aktivitas orang yang pulang kampung karena mau lebaran yakni balek riaye. Istilah balek riaye sedikit lebih sering diucapkan masyarakat Besemah ketimbang belanju riaye. Meskipun demikian, diakui Satar, penggunaan dua istilah ini sama-sama tepat. “Kalau istilah mudik sebenarnya juga tepat dipakai,”tambah Satar ketika dihubungi terpisah.

Filosofi
Pemudik-sebutan bagi orang yang mudik-biasanya datang dari jauh. Meskipun jauh mereka nampak gembira. Ini karena mereka pulang ke kampung halamannya. Menurut Bastari, filosofi belanju riaye ataupun mudik, sebenarnya adalah merajut tali silaturahim. “Begitu pulang, orang perantauan dapat bertemu kembali dengan keluarganya,”ucap Bastari.




Selain itu Bastari melanjutkan, dengan pulang, maka orang rantau dapat menjejakkan kaki di tanah kelahirannya. Sesukses apapun seseorang di tanah rantau, tidak boleh melupakan tanah kelahiran yang telah membesarkannya di masa lalu. “Makna penting dari mudik lebaran atau balik riaye maupun belanja memang adalah silaturahim. Dulu kalau masih muda, saya sering mengajukan cuti tahunan untuk merayakan lebaran bersama keluarga,”kata Satar. (11)

6 Macam Belanju

DILIHAT dari keperluannya, belanju menurut Ahmad Bastari Suan bisa dibedakan menjadi 6macam yakni:
-belanju riaye
-belanju andun sedekah,
-belanju numpan ngetam,
-belanju nungguk-i- aguk dusun laman,
-belanju ngulangi meraje dan

(Sumber: Wawancara AB Suan)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply