Kasus Perceraian Meningkat, Istri Dominasi Ajukan Gugat Cerai

Foto: Madhon/Pagaralam Pos
MENINGKAT: Perkara kasus gugutan dan pemohohan perceraian di PA Pagaralam mengalami peningkatan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pasca lebaran Idul Fitri 1440 H tahun 2019, perkara kasus gugatan dan permohonan cerai tercatat di Kantor Pengadilan Agama (PA) Pagaralam Kelas II cukup marak.




Kasus ini tentu saja, cukup jauh meningkat, bila di bandingkan dengan bulan Mei 2019 lalu. Bahkan, kebanyakan pihak yang mengajukan gugatan itu, lebih didominasi oleh sang istri, dengan materi gugatan berbagai macam motif.




“Ya, sampai dengan Juni 2019 lalu, ada sekitar 32 kasus gugatan cerai, sedangkan pada Mei 2019 hanya ada 16 kasus,” terang Ketua Pengadilan Agama Pagaralam Kelas II Febrizal Lubis SAg SH, kemarin.




Kebanyakan faktor yang melandasi, cukup meningkatkan angka perceraian ini, sebut Febrizal, tak lain lebih ke arah faktor masalah nafkah, sang suami tidak bertanggungjawab, ada pula fator Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.




“Kebanyakan itu ada di masalah nafkah. Tetapi ada pula faktor lain, yang melandasi angka perceraian ini, semisal kekerasan, pelecehan, perjudian, tingkah laku suami yang suka minuman keras, jadi bisa di bilang cukup komplek. Tapi yang umumnya itu masalah nafkah,” jelas Febrizal.




Tingkat perceraian yang cukup tinggi, terlebih terjadi pasca Lebaran itu, ucap Febrizal, tidak hanya terjadi di Kota Pagaralam saja, melainkan hampir di semua daerah seperti itu, setiapkali setelah Ramadhan usai dan jelang Syawal, biasanya untuk perkara kasus perceraian mengalami peningkatan.




“Untuk perkara yang sudah masuk, terhitung sejak awal Januari 2019 hingga kini, buat perkara gugatan yang masuk ada 158 gugatan dan permohonan ada 47 kasus, sementara di awal Juli 2019 baru ada 2 perkara gugatan dan 3 perkara permohonan,” pungkasnya. (09)

You can leave a response, or trackback from your own site.