Selain Jeruk dan Durian, Pasar Alpukat di Luar Negeri Terbuka Lebar

Foto: dok/Pagaralam Pos
DIBELI: Jambu pokat dijual di lapak-lapak pedagang buah di pinggir jalan Pagaralam-Lahat Dusun Jambat Balo. Foto diabadikan pada 2018 lalu.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pokat (alpukat, red) asal Indonesia disebut diterima dengan baik oleh pasar luar negeri. Petani di Pagaralam dapat memanfaatkan momentum ini untuk lebih serius membudidayakan jambu pokat guna mengatrol pendapatannya.




“Selain jeruk, nangka, dan durian, jambu pokat juga bisa jadi alternatif untuk menyejahterakan masyarakat Pagaralam,” ujar Rusi, Sekretaris Kelompok Tani (Poktan) Kibok Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Rabu (10/7).




Dijelaskan Rusi, pasar luar negeri untuk pokat-pokat asal Indonesia -termasuk dari Pagaralam- terbuka lebar. Karenanya pokat hampir bisa dipastikan tidak mungkin tak memiliki pembeli. “Di zaman serba Medsos seperti sekarang, apa (yang sulit untuk dipasarkan),” ujar dia.




Diyakininya, banyaknya pembeli ini, akan membuat petani pokat menjadi sejahtera. Kalau toh belum ada jaringan untuk menjual ke luar negeri, petani untuk sementara, bisa menjualnya di dalam negeri dulu, minimal di sekitar Pagaralam. Permintaan dari konsumen lokal pun kata Rusi, juga tak kalah tingginya. “Saat ini harga jual pokat di tingkat petani berkisar dari Rp7 – Rp10 ribu/kg,” ucap Rusi tentang harga pokat.




Rusi menambahkan, tanah Pagaralam sangat cocok ditanami jambu pokat. Karenanya tidak ada lagi alasan bagi petani untuk tidak lebih serius membudidayakan pokat. “Tapi tetap harus ada perhatian dari pemerintah. Paling tidak pemerintah bisa memberikan bantuan berupa bibit pokat yang unggul. Supaya kelak buahnya produktif,” katanya pula. (11)

You can leave a response, or trackback from your own site.