Cek dan Evaluasi Lagi Kondisi di Lapangan

Foto : gusti/Pagaralam Pos
KOTAKU : Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni didampingi mendengarkan paparan askot Kotaku, kemarin

PAGARALAM POS, Pagaralam – Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH menyambut baik program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, luasan kumuh yang diklaim terus berkurang di 2019, dirinya minta untuk dilakukan evaluasi atau dicek lagi ke lapangan.

“Data awal wilayah pemukiman kumuh di Kota Pagaralam mencapai 63,51 hektar dan tahun ini masih menyisakan sekitar 10,74 hektar. Walaupun hasilnya menunjukkan angka pengurangan luasan kumuhnya, namun saya minta dievaluasi lagi kondisinya dilapangan,” pinta Kak Pian saat menghadiri  Diskusi Tematik Penanganan Kumuh Skala Kawasan Program Kotaku di Aula Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Pagaralam, kemarin (24/7).

Kak Pian juga meminta mengenai data yang dimiliki Kotaku, baik itu jumlah penduduk ataupun angka luas wilayah harus disinkronkan lagi. Dalam hal ini dikomunikasikan lagi dengan OPD terkait. “Data jumlah penduduk ataupun luasan wilayah, sangat berpengaruh dengan usulan bantuan dana ke pusat,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala DPKPP Kota Pagaralam, A Parliansyah ST MM melalui Kabid Perumahan, Novi Hendri Herly ST didampingi Korkot Kotaku, Aldi mengatakan, di tahun ini ditagertkan pengurangan kawasan kumuh di Kelurahan Tebat Giri Indah. untuk mengoptimalkan pelaksanaannya di lapangan, tetap bersinergi dengan Pemkot Pagaralam dengan melakukan kolaborasi dengan satker terkait.

“Untuk diketahui, berdasarkan SK Walikota, data yang dimiliki luasan kawasan kumuh di Pagaralam mencapai 63,51 hektar, tersebar di 9 kelurahan. Untuk pencapainnya sejalan dengan pelaksanaan program Kotaku di  2017 berkurang 3,78 hektar. Di 2018 pencapaiannya 48,99 hektar dan dithaun ditargetkan 10,74 hektar,” sebutnya.

Untuk konsep Kotaku sendiri, berkonsep ecocity. Maksudnya, pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan dampak lingkungan. “Pagaralam merupakan kota yang hijau. Melalui program Kotaku, sasaran lokasi menjadikan ikon kawasan atau wisata baru,” pungkasnya. (06)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.