Pelaksanaan BGL Dinilai Sia-siakan Angaran Pemerintah

Foto : Ist For Pagaralam Pos
BERFOSE : Bupati Lahat, Cik Ujang,  SH berfose bersama dengab BGL terpilih digedung Kesenian Lahat, Kamis (8/8).

PAGARALAM POS, Lahat – Puncak pemilihan Bujang Gadis Lahat (BGL) baru saja usai digelar Selasa (6/8) lalu, di gedung Kesenian Lahat. Dana yang digelontorkan untuk mensukseskan acara spektakuler itu mencapai ratusan juta rupiah, melalui Dinas Pariwisata Lahat. Sayangnya pasca pelaksanaan BGL, Dinas Pariwisata sendiri tidak tahu peran apa yang akan diberikan kepada para BGL, agar berkontribusi bagi kemajuan Lahat.

Kepala Dinas Pariwisata Lahat, Sri mulyati,  SH MM melalui Kabid Ekonomi Kreatif Merri Diana, SE MM, mengatakan, hingga saat ini belum ada kerjasama khusus antara BGL dengan Dinas Pariwisata Lahat. Dengan demikian,  pihaknya tidak bisa memfasilitasi para BGL untuk menjalankan tugasnya sebagai duta, baik itu duta pariwisata maupun duta lainnya.

“Peran mereka sifatnya pribadi, seperti duta wisata bersosialisasi melalui Medsos pribadinya untuk mengenalkan wisata Lahat. Tidak ada ikatan atau tugas wajib bagi BGL setelah terpilih,” ujar Merri, Kamis (8/8).

Lanjut Merry, para BGL sendiri akan diberdayakan jika diminta untuk acara atau kegiatan Pemda. Itu juga perannya tidak banyak. Namun saat ditanya soal berapa anggaran yang dihabiskan untuk pelaksanaan BGL, Merri mengelak, tidak bisa menyampaikan. Baik berapa jumlah dan digunakan untuk apa saja. “Saya gak bisa sebutkan, itu kewenangan Kepala Dinas dan bagian perencanaan,” elaknya.

Kasubag Perencanaan Dinas Pariwisata Lahat, M Nur Ridwan, SIP membeberkan, anggaran yang digelontorkan dalam pelaksanaan BGL, menelan dana Rp125 juta. Namun dirinya kembali melempar jawaban ke Bidang Ekonomi Kreatif, saat ditanya untuk apa saja dana tersebut digunakan. “Itu kewenangan Bidang Ekonomi Kreatif, selaku pelaksana yang tahu. Kita hanya sebagai perencana saja,” ucapnya.

Terpisah, Fery warga Kota Lahat,  menyayangkan, jika Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara saja, tidak mau tahu para BGL ini bisa atau tidak berkontribusi bagi kemajuan Lahat. Sehingga uang ratusan juta yang digunakan, hanya untuk hiporiah penyelenggaraan saja.

“Kita tidak pernah lihat, peran BGL memajukan wisata Lahat. Wisata di Lahat ini maju melalui tangan-tangan kreatif, yang tidak pernah tersentuh anggaran Pemerintah. Jadi apa fungsinya Dinas Pariwisata dan BGL itu,” kata Ferry. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply