Archive for the ‘Pagaralam Cerdas’ Category

Pembukean

Ada banyak macam menu makanan yang biasa disantap saat berbuka puasa. Di Besemah, menu-menu itu dinamakan pembukean yang jenisnya bermacam-macam. TIAP kali mendengar kata pembukean, yang terbayang oleh Satarudin Tjik Olah (70) adalah nama-nama makanan. Menurut Satar, makanan-makanan itu selalu disajikan sebagai menu untuk berbuka puasa. “Makanya istilahnya pembukean. Berasal dari kata berbuke atau berbuka. […]

Belanju Riaye

Merajut Silaturahim di Tanah Asal PAGARALAM POS, Pagaralam – Dari Palembang berangkat ke Pagaralam ini dinamakan mudik. Sebab mudik bermakna kembali ke hulu. Sedangkan Pagaralam adalah daerah hulu adapun Palembang di hilir. Bila keperluannya untuk merayakan Idul Fitri, maka disebut dengan belanju riaye. Menurut Sejarawan Sumatera Selatan, Bastari mudik adalah istilah bagi orang pulang ke […]

Metangka Aghi

Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa. METANGKA AGHI merupakan istilah yang tak asing bagi Helmi Madjid. Mantan juru tulis pesirah Sumbai Mangko Anom Suku (SMAS) Muara Siban ini terkenang dengan kegiatannya di masa remaja. Dulu, di bulan puasa, Helmi dan kawan-kawannya sering metangka aghi. “Kami metangka aghi dengan cara jalan […]

Lafadz Basmalah Menandakan Akulturasi

‘Mencari Islam’ di Kaghas Sekelompok peneliti gabungan dari Balai Arkeologi Palembang dan akademisi perguruan tinggi datang ke Pagaralam. Mereka meneliti tradisi Islam dalam prasasti dan naskah ulu di wilayah Besemah. “ITU dia lafadz basmalahnya,”ujar Wahyu Riski Andifani. Sembari bicara demikian, ia menunjuk layar-cahaya dari infocus yang diarahkan ke dinding. Dalam layar ini tergambar sebuah kalimat […]

Beghusik Dulu Nyemantung Kemudian

Pergaulan Bujang-gadis PAGARALAM POS, Pagaralam– Pergaulan antara bujang dan gadis di Besemah untuk menuju jenjang pernikahan tidak terjadi serta-merta. Ada tahap-tahap mesti yang cukup panjang. Beberapa tahap itu adalah beghusik dan nyemantung. A.Bastari Suan dkk dalam Buku Tata Cara Adat Perkawinan Sukubangsa Besemah di Sumatera Selatan menuliskan tujuh tahaps pergaulan bujang-gadis. Ketujuh tahap itu adalah […]

Bujang dan Gadis

PAGARALAM POS, Pagaralam – Laki-laki dan wanita yang sudah baligh tapi belum menikah punya sebutan tersendiri dalam masyarakat Besemah. Bagi-bagi laki-laki disebut dengan bujang, sedangkan wanita disebut gadis. Itu ditulis dalam buku Tata Cara Adat Perkawinan Suku Bangsa Besemah di Sumatera Selatan. Buku ini diterbitkan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumsel pada 2010. Buku ini ditulis […]

Kandang Bughuk Disighati

Menyatukan Tali Silaturahmi yang Terputus Perkawinan antar orang yang masih berkerabat jauh mungkin saja terjadi. Di Besemah, perkawinan semacam ini disebut dengan istilah nyighati kandang bughuk. Kadang pula dibalik kandang bughok disighati. AHMAD Bastari Suan mengenang masa lalunya tatkala masih tinggal di Desa Pelajaran Kabupaten Lahat. Waktu itu sekitar tahun 1970-an, Bastari diminta ayahnya untuk […]

‘Budi Pacalan’

Begawe Luk Galak Luk Dindak Istilah ‘budi pacalan’ sering diungkapkan. Istilah ini merujuk kepada orang yang setengah-setengah dalam bekerja. Dinilai merupakan watak yang tidak membawa kemajuan ASMADI tertawa lepas ketika Pagaralam Pos meminta keterangan tentang istilah ‘budi pacalan’ lewat sambungan telepon seluler kemarin (29/3). Pemerhati sejarah dan budaya Besemah ini mengatakan, “Ada-ada saja,”ujar Mady Lani, […]

Sedekah Juada

Simbol Syukur Kepada Yang Kuasa PAGARALAM POS, Pagaralam – Tikar terhampar di halaman warga Dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara. Di atas tikar puluhan ibu bercoleteh sembari melipat daun pisang yang sebelumnya diisi dengan ketan. Sementara, sekelompok ibu-ibu lain sibuk mengaduk-aduk wajan yang berisi beras ketan bercampur santan. Wajan didudukkan di […]

Dari Gunung, Dipentaskan Gaung

Jabalan Masyarakat Besemah lebih akrab dengan istilah jabalan ketimbang penyamun. Sebuah istilah yang pernah ditulis dalam roman lalu pentaskan sebuah teater di Palembang. SUDAH hampir genap 10 tahun drama itu dipentaskan. Tapi, Efvhan Fajrullah SPd masih mengingatnya dengan jelas. Bang Vhan- sapaan akrab Efvhan Fajrullah-mengingat hari itu, 29-31 Mei 2009, auditorium RRI Palembang-lokasi pementasan drama- […]

Kance Ngupi, Penopang Wisata

Gunjing PAGARALAM POS, Pagaralam– Kuliner besemah memang beragam. Gunjing adalah salahsatu di antara yang sekian banyak itu. Ini merupakan panganan khas yang terbuat dari adonan tepung beras dan parutan kelapa. Cocok disantap bersama dengan kopi maupun teh manis. Di Pagaralam, penjual gunjing salahsatunya bisa dijumpai di jalan Kombes Umar, depan sebuah usaha percetakan. Nama penjual […]

Dicetuskan ‘Diwe Tige’, Beranak Pinak Kemudian

Enam Sumbai PAGARALAM POS, Pagaralam – Sejarah enam sumbay (himpunan orang satu keturunan) di Besemah tidak bisa dipisahkan dari peran tokoh tiga serangkai yang disebut dengan ‘Diwe Tige’. Merekalah yang sejatinya disebut membentuk sumbay yang kemudian beranak-anak hingga kini. Pemerhati sejarah dan budaya Besemah Agustrian Bahrun menceritakan sejarah asal muasal sumbay. Katanya, sumbay tidak bisa […]

‘Ngambek Anak’

Nutuk padi masih nak lesung Lah ade lesung maseh nak antan Duduk tepegugh ase dipasung Tuape kipas ngijekah badan BAIT demi bait dalam pantun itu dinilai memiliki makna yang dalam. Setidaknya ini dirasakan pemerhati sejarah dan budaya Besemah, Asmadi. Bagi Mady Lani-sapaan akrab Asmadi-bait-bait dalam pantun itu sedikit banyaknya menceritakan tentang suka duka seorang lelaki […]

Kancung Beghete itu Wartawan

Mengingat Base Besemah Baghi Hampir semua warga paham dan pandai bercakap-cakap dalam Bahasa Besemah. Tapi, ketika disuruh untuk memahami sekaligus mengucapkan sebuah kata ke dalam bahasa Besemah baghi (lama), belum tentu bisa. Hari-hari ini bahasa Besemah Baghi memang sudah tak terdengar lagi. Perlu upaya untuk mengingatnya kembali. SATARUDIN Tjik Olah mengingat satu kata yang sering […]

Masalah Sepele pun Didende

Pengadilan Adat Besemah di Masa Lalu Pengadilan boleh jadi bukan suatu yang baru bagi masyarakat Besemah. Dulu di tanah ini sudah ada pengadilan yang memutuskan persoalan adat. Di pengadilan ini, bahkan persoalan yang mungkin sepele bisa kena sanksi. SUATU hari di antara tahun 1959 sampai 1960, Satarudin Tjik Olah tak dapat menahan diri. Perutnya bergejolak […]