Archive for the ‘Pagaralam Cerdas’ Category

Sambai dan Rimbai

Sastra Lisan Besemah yang Jarang Digunakan PAGARALAM POS, Pagaralam– Perkembangan zaman begitu pesat. Salahsatu imbasnya adalah membuat sastra lisan Besemah menjadi terpinggirkan. Adalah sambai dan rimbai, dua jenis sastra lisan Besemah yang kini jarang digunakan. “Setidaknya ada dua jenis sastra lisan Besemah yang sudah jarang digunakan,”ucap anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, saat ditemui […]

Enam Marga Besemah ‘Menghilang’

PAGARALAM POS, Pagaralam– Marga di wilayah Besemah semula berjumlah 18. Marga-marga ini tersebar di wilayah yang sekarang dinamakan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Begitu penjajah kolonial Belanda menguasai Besemah, jumlah marga menyusut menjadi 12. “Ada enam marga yang dihapus atau digabung dengan marga lainnya,”kata anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, kemarin. Enam marga yang […]

Menyebarkan Ajaran Islam Lewat Tadut

Rukun Islam dan Rukun Iman Dalam Syair PAGARALAM POS, Pagaralam – Seni sastra tutur lisan berperan besar dalam penyebaran ajaran Islam di Tanah Besemah-termasuk di Pagaralam. Lewat tadut, ajaran Islam mudah diterima sekaligus dijalankan masyarakat. “Syair-syair tadut memang kental dengan ajaran Islam,”ujar Pemerhati Budaya Besemah Asmadi, kepada Pagaralam Pos dalam sebuah kesempatan beberapa bulan lalu. […]

Jeme Besemah itu Humoris

Beragam PAGARALAM POS, Pagaralam– Bercanda sering terlihat ketika ada dua orang atau lebih berbincang-bincang. Di Besemah, bercanda disebut dengan beragam. Ini merupakan bukti bahwa jeme Besemah itu homoris. Beragam, menurut Anggota Lembaga Adat Besemah Satarudin Tjik Olah merupakan bentuk humor yang kerab terlihat dalam interaksi sosial di masyarakat Besemah. “Tujuannya hanya menghibur belaka. Tidak serius,”ucap […]

Andai-andai Besemah

Fiksi Pengantar Tidur yang Sarat Pesan Moral Salasatu jenis sastra tutur Besemah dinamakan dengan andai-andai. Ini merupakan cerita fiksi alias khayalan tapi sarat dengan pesan moral. Jadi pengantar tidur. ALKISAH, di pinggir sebuah dusun hiduplah sepasang suami istri yang mempunyai tiga orang anak. Anak pertama berumur 6 tahun, anak kedua 4 tahun dan bungsu 2 […]

Rahasia-Rahasia ‘Hutan Larangan’

Penjaga Sumber Kehidupan Jeme Banyak Sebutan ‘hutan larangan’ bukan tanpa alasan. Ada banyak rahasia di balik ‘hutan larangan’ ini. JEMMI Delvian (37) begitu gembira. Ini setelah ia membaca keputusan menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Dalam keputusan bernomor SK.7827/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/10/2018, menteri LHK menetapkan Hutan Larangan Mude Ayek Tebat Benawas sebagai hutan adat. Vokalis Hutan Tropis-band yang […]

Lemang, Bukan Sekedar Makanan

Sebuah Lambang yang Sarat Makna Gulungan daun pisang berisi beras ketan lalu dimasukkan ke dalam seruas bambu untuk kemudian dibakar. Ini kemudian disebut dengan lemang. Di Besemah, lemang bukan sekedar untuk dimakan. ASMADI terkaget-kaget ketika berkunjung ke lapak pedagang lemang yang terletak di pinggir jalan di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu. Pemerhati budaya Besemah ini […]

Tradisi Ngiroh Kawe

Cara untuk Mendapatkan Citarasa Alami Tak sedikit masyarakat Pagaralam yang masih mempertahankan ngiroh kawe. Ini merupakan tradisi untuk mendapatkan citarasa kopi yang alami. SEORANG ibu berkebaya hijau dan memakai tengkuluk di kepala berdiri sambil menunduk. Pandangan tertuju kepada belanga yang berisi biji-biji kopi. Tangan kanannya memegang sebuah centong bergagang kayu untuk membola-balik biji-baji kopi. Di […]

Jeme Besemah Ade Di Mane-mane

Beda Wilayah tapi Satu Keturunan Sejarah mencatat, leluhur penduduk yang bermukim di dataran tinggi Kisam, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan berasal dari Besemah. Karenanya jeme Kisam itu tak lain dan tak bukan jeme Besemah juga. CATATAN di empat lembar kertas yang ditulis dengan huruf arab gundul itu menyita perhatian Ahmad Bastari Suan. Sejarawan Besemah […]

Bertamasya di Dataran Tinggi Kibok

Jalan dengan ‘Bangkai’ Mobil, Rimbunnya ‘Kebun’ Pandan Dataran tinggi Kibok dapat dijadikan salahsatu tujuan untuk bertamasya. Tak hanya fauna dan floranya, kawasan hutan lindung ini juga menyimpan tinggalan sejarah dari era kolonialisme Belanda. KALAU saja jalan itu berada di tengah-tengah pemukiman atau perkebunan, barangkali Rusi tidak akan terkaget-kaget. Yang dilihat Rusi, adalah jalan yang berada […]

Kecamuk Perang di Kute Tebat Seghut

Antara Harga Diri dan Pengkhianatan Kalu Belande datang kite ditindas Sedikit tidak disuruh hidup senang… PERANG berkobar di Besemah. Rakyat Besemah mengangkat senjata melawan tentara penjajah kolonial Belanda yang ingin menduduki Kute (benteng pertahanan) Tebat Seghut. Hari itu kalander bertarikh di angka tahun 1866. Untuk pertamakalinya Belanda hendak menancapkan kukunya di Besemah. “Perlawanan rakyat Besemah […]

Ibatan di Zaman ‘Now’

Lebih Praktis tapi Kurang Bermakna Ibatan (hadiah) untuk seseorang yang baru saja menghadiri undangan sebuah persedekahan di zaman dulu dengan zaman ‘now’ berbeda. Ibatan di zaman dulu sarat akan makna. ASMADI bersedih ketika melihat bentuk ibatan dari tempat persedekahan di sebuah dusun di Pagaralam beberapa waktu lalu itu. Ketika ibatan dibuka, kesedihan Mady Lani-sapaan akrab […]

Melacak Asal Muasal Nasi Samin di Besemah

Dibawa Pedagang Arab, Dipakai Jeme Sedekah Bulir-bulir beras diolah bersama dengan minyak samin dan aneka rempah-rempah hingga berubah menjadi nasi samin. Memiliki citarasa Timur Tengah. LAKI-LAKI bertopi mengenakan kaos berkerah dan celana panjang itu nampak sibuk. Tangan kanannya bergerak-gerak ke atas ke bawah. Ia berusaha menumpahkan kecap bewarna merah di dalam botol ke belanga besar […]

Pesirah, Si Pemegang Kuasa Penuh

Panggeran yang Merangkap Wakil Rakyat dan Hakim Trias politika alias pembagian kekuasaan tak berlaku bagi seorang pesirah marga. Di masanya pesirah berkuasa penuh di segala bidang. Disegani masyarakat karena wibawanya. SEORANG pesirah marga memimpin sidang adat. Ia lalu memutuskan untuk menyita sawah milik penduduk. Alasannya, karena sawah tersebut tak ditanami apapun alias terbengkalai. Setelah disita, […]

Nggawel Gadis, Bayar Dende Atau Kepanjen

Mengenal Hukuman Adat Besemah Tata kehidupan masyarakat Besemah diatur dengan adat istiadat. Ada sanksi bagi yang melanggar adat itu yang bentuknya berupa-rupa. ————————————————————— PERISTIWA itu terjadi di masa lalu di sebuah kawasan yang masih masuk Besemah. Namun di ingatan Satarudin Tjik Olah, peristiwa itu masih basah. Waktu itu cerita Satar, dikabarkan ada seorang lelaki nggawel […]