Archive for the ‘Seni Budaya’ Category

‘Budi Pacalan’

Begawe Luk Galak Luk Dindak Istilah ‘budi pacalan’ sering diungkapkan. Istilah ini merujuk kepada orang yang setengah-setengah dalam bekerja. Dinilai merupakan watak yang tidak membawa kemajuan ASMADI tertawa lepas ketika Pagaralam Pos meminta keterangan tentang istilah ‘budi pacalan’ lewat sambungan telepon seluler kemarin (29/3). Pemerhati sejarah dan budaya Besemah ini mengatakan, “Ada-ada saja,”ujar Mady Lani, […]

Sedekah Juada

Simbol Syukur Kepada Yang Kuasa PAGARALAM POS, Pagaralam – Tikar terhampar di halaman warga Dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara. Di atas tikar puluhan ibu bercoleteh sembari melipat daun pisang yang sebelumnya diisi dengan ketan. Sementara, sekelompok ibu-ibu lain sibuk mengaduk-aduk wajan yang berisi beras ketan bercampur santan. Wajan didudukkan di […]

Dari Gunung, Dipentaskan Gaung

Jabalan Masyarakat Besemah lebih akrab dengan istilah jabalan ketimbang penyamun. Sebuah istilah yang pernah ditulis dalam roman lalu pentaskan sebuah teater di Palembang. SUDAH hampir genap 10 tahun drama itu dipentaskan. Tapi, Efvhan Fajrullah SPd masih mengingatnya dengan jelas. Bang Vhan- sapaan akrab Efvhan Fajrullah-mengingat hari itu, 29-31 Mei 2009, auditorium RRI Palembang-lokasi pementasan drama- […]

Kance Ngupi, Penopang Wisata

Gunjing PAGARALAM POS, Pagaralam– Kuliner besemah memang beragam. Gunjing adalah salahsatu di antara yang sekian banyak itu. Ini merupakan panganan khas yang terbuat dari adonan tepung beras dan parutan kelapa. Cocok disantap bersama dengan kopi maupun teh manis. Di Pagaralam, penjual gunjing salahsatunya bisa dijumpai di jalan Kombes Umar, depan sebuah usaha percetakan. Nama penjual […]

Dicetuskan ‘Diwe Tige’, Beranak Pinak Kemudian

Enam Sumbai PAGARALAM POS, Pagaralam – Sejarah enam sumbay (himpunan orang satu keturunan) di Besemah tidak bisa dipisahkan dari peran tokoh tiga serangkai yang disebut dengan ‘Diwe Tige’. Merekalah yang sejatinya disebut membentuk sumbay yang kemudian beranak-anak hingga kini. Pemerhati sejarah dan budaya Besemah Agustrian Bahrun menceritakan sejarah asal muasal sumbay. Katanya, sumbay tidak bisa […]

‘Ngambek Anak’

Nutuk padi masih nak lesung Lah ade lesung maseh nak antan Duduk tepegugh ase dipasung Tuape kipas ngijekah badan BAIT demi bait dalam pantun itu dinilai memiliki makna yang dalam. Setidaknya ini dirasakan pemerhati sejarah dan budaya Besemah, Asmadi. Bagi Mady Lani-sapaan akrab Asmadi-bait-bait dalam pantun itu sedikit banyaknya menceritakan tentang suka duka seorang lelaki […]

Kancung Beghete itu Wartawan

Mengingat Base Besemah Baghi Hampir semua warga paham dan pandai bercakap-cakap dalam Bahasa Besemah. Tapi, ketika disuruh untuk memahami sekaligus mengucapkan sebuah kata ke dalam bahasa Besemah baghi (lama), belum tentu bisa. Hari-hari ini bahasa Besemah Baghi memang sudah tak terdengar lagi. Perlu upaya untuk mengingatnya kembali. SATARUDIN Tjik Olah mengingat satu kata yang sering […]

Masalah Sepele pun Didende

Pengadilan Adat Besemah di Masa Lalu Pengadilan boleh jadi bukan suatu yang baru bagi masyarakat Besemah. Dulu di tanah ini sudah ada pengadilan yang memutuskan persoalan adat. Di pengadilan ini, bahkan persoalan yang mungkin sepele bisa kena sanksi. SUATU hari di antara tahun 1959 sampai 1960, Satarudin Tjik Olah tak dapat menahan diri. Perutnya bergejolak […]

Sambai dan Rimbai

Sastra Lisan Besemah yang Jarang Digunakan PAGARALAM POS, Pagaralam– Perkembangan zaman begitu pesat. Salahsatu imbasnya adalah membuat sastra lisan Besemah menjadi terpinggirkan. Adalah sambai dan rimbai, dua jenis sastra lisan Besemah yang kini jarang digunakan. “Setidaknya ada dua jenis sastra lisan Besemah yang sudah jarang digunakan,”ucap anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, saat ditemui […]

Enam Marga Besemah ‘Menghilang’

PAGARALAM POS, Pagaralam– Marga di wilayah Besemah semula berjumlah 18. Marga-marga ini tersebar di wilayah yang sekarang dinamakan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Begitu penjajah kolonial Belanda menguasai Besemah, jumlah marga menyusut menjadi 12. “Ada enam marga yang dihapus atau digabung dengan marga lainnya,”kata anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, kemarin. Enam marga yang […]

Menyebarkan Ajaran Islam Lewat Tadut

Rukun Islam dan Rukun Iman Dalam Syair PAGARALAM POS, Pagaralam – Seni sastra tutur lisan berperan besar dalam penyebaran ajaran Islam di Tanah Besemah-termasuk di Pagaralam. Lewat tadut, ajaran Islam mudah diterima sekaligus dijalankan masyarakat. “Syair-syair tadut memang kental dengan ajaran Islam,”ujar Pemerhati Budaya Besemah Asmadi, kepada Pagaralam Pos dalam sebuah kesempatan beberapa bulan lalu. […]

Jeme Besemah itu Humoris

Beragam PAGARALAM POS, Pagaralam– Bercanda sering terlihat ketika ada dua orang atau lebih berbincang-bincang. Di Besemah, bercanda disebut dengan beragam. Ini merupakan bukti bahwa jeme Besemah itu homoris. Beragam, menurut Anggota Lembaga Adat Besemah Satarudin Tjik Olah merupakan bentuk humor yang kerab terlihat dalam interaksi sosial di masyarakat Besemah. “Tujuannya hanya menghibur belaka. Tidak serius,”ucap […]

Andai-andai Besemah

Fiksi Pengantar Tidur yang Sarat Pesan Moral Salasatu jenis sastra tutur Besemah dinamakan dengan andai-andai. Ini merupakan cerita fiksi alias khayalan tapi sarat dengan pesan moral. Jadi pengantar tidur. ALKISAH, di pinggir sebuah dusun hiduplah sepasang suami istri yang mempunyai tiga orang anak. Anak pertama berumur 6 tahun, anak kedua 4 tahun dan bungsu 2 […]

Rahasia-Rahasia ‘Hutan Larangan’

Penjaga Sumber Kehidupan Jeme Banyak Sebutan ‘hutan larangan’ bukan tanpa alasan. Ada banyak rahasia di balik ‘hutan larangan’ ini. JEMMI Delvian (37) begitu gembira. Ini setelah ia membaca keputusan menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Dalam keputusan bernomor SK.7827/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/10/2018, menteri LHK menetapkan Hutan Larangan Mude Ayek Tebat Benawas sebagai hutan adat. Vokalis Hutan Tropis-band yang […]

Lemang, Bukan Sekedar Makanan

Sebuah Lambang yang Sarat Makna Gulungan daun pisang berisi beras ketan lalu dimasukkan ke dalam seruas bambu untuk kemudian dibakar. Ini kemudian disebut dengan lemang. Di Besemah, lemang bukan sekedar untuk dimakan. ASMADI terkaget-kaget ketika berkunjung ke lapak pedagang lemang yang terletak di pinggir jalan di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu. Pemerhati budaya Besemah ini […]