Sindikat Sabu Bermodus Tambal Ban Dibongkar

Foto : ist/Humas Polres Pagaralam
  SABU : Tersangka Ahmad Alpian dan Supriyatno saat diperiksa petugas.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Berbagai modus dilakoni para sindikat pengedar sabu di Pagaralam, akhirnya terendus Tim Jangan Gurah Satres Narkoba Polres Pagaralam.  Salahsatunya dilakoni dua sohib, Ahmad Alpian (28) warga Tinggi Hari RT/RW 001/002 Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan dan Supriyatno (25) warga Jambat Balo RT/RW 010/004 Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Usaha tambal ban yang sudah dijalani sekitar setahun lalu di kawasan Tinggi Hari, akhirnya kedoknya terbongkar pada Senin (2/9) sekitar pukul 20.30 WIB. Pasalnya, usaha bengkel yang dijalankan sambilan melayani pemesanan sabu. “Pemilik bengkel adalah Ahmad Alpian sekaligus bandarnya. Sementara rekannya Supriyatno berperan melayani pembeli sabu saat berada di bengkel,” ujar Kapolres Pagaralam, AKBP Trisaksono Puspo Aji SIk MSi, melalui Kasatres Narkoba, Iptu Regan kepada Pagaralam Pos, kemairn (3/9).

Modus tambal ban yang dilakoni kedua tersangka ini kata Regan, setiap pembeli sabu yang datang, tersangka Supriyatno pura – pura mengambil perlengkapan di belakang bengkel. “Delapan paket kecil sabu sekitar 1,15 gram disimpan dalam kotak hitam yang disembunyikannya dibawah batu di belakang bengkel,” katanya.

Lanjut Regan didampingi KBO Reskrim, Ipda Harmoko, sebelumnya pada Senin dini hari juga meringkus tiga orang pemain sabu di Kampung Bedeng Munir, Kecamatan Pagaralam Selatan. Mereka adalah Suzen Apriadi (39) warga Air Hitam, Kecamatan Penukal, Pali, dan dua saudara Desi Septiani (23) serta Oval Wiliansyah (22) warga Kampung Rejo Sari RT.003 RW.001 Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan. 

“Salahsatu pelaku (Desi, red) merupakan TO kita. Dari ketiga ini, Suzen sebagai pemasok (pemilik barang) dari Kabupaten Pali. Sementara Oval sebagai kurir. Namun, dari penggeledahan petugas di kediaman Desi, hanya mendapatkan satu paket sabu sisa pakai seberat 0,45 gram,” ujarnya.

Selanjutnya tim Jangan Gurah menggerebek kosan Bedeng 11 di kawasan Belakang PU pada Selasa dini hari (3/9) sekitar pukul 02.30 WIB. Alhasil, dari pasangan sejoli Pidi Parianto (31) warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat dan Sevi Maegareta (18) warga Desa Bantunan, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten  Lahat ini, didapati bong serta seperangkat alat hisap sabu lengkap. Selain itu juga, empat paket kecil sabu dengan berat bruto 1,35 gram yang disembunyikan tersangka dibawah kasur. (06)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply