Adik Kakak Berebut Tanah Bapak

Foto : Heru/Pagaralam Pos
BINCANGI : Mulyati didampingi Rusli SH dan Herman Hamzah saat dibincangi di Pengadilan Negeri Lahat, Senin (7/10).

PAGARALAM POS, Lahat – Perebutan kepemilikan tanah seluas 2 hektar, di Desa Jaya Loka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Rupanya menarik perhatian, saat sidang perdata di Pengadilan Negeri Lahat. Pasalnya Ibu Mulyati selaku penggugat merupakan adik kandung dari Ibu Martini selaku tergugat. Sedangkan lahan yang menjadi gugatan, merupakan lahan milik H Ali Sawang, orang tua kandung penggugat dan tergugat.

Perkara ini dimulai, setelah tergugat menyatakan lahan tersebut sudah dijual H Ali Sawang kepada dirinya senilai Rp 2 juta pada tahun 1986 lalu. Namun penggugat bersama 6 lagi saudaranya, merasa H Ali Sawang tidak menjual lahan tersebut. Dimana lahan tersebut rencananya bakal dibagi rata untuk 8 orang anak H Ali Sawang.

Dalam sidang ke dua ini, empat saksi dihadirkan oleh penggugat. Salah satunya yakni Pramono, Suami salah satu anak H Ali Sawang. Pria yang juga pernah mengolah lahan tersebut menerangkan, tidak pernah ada jual beli lahan tersebut antara H Ali Sawang dengan tergugat. Yang ada, H Ali Sawang pernah meminjam uang senilai Rp 2 juta ke tergugat, guna membukakan toko klontong untuk istrinya (ibu tergugat dan penggugat, red). “Setahu saya, H Ali Sawang memang pinjam uang ke tergugat, tapi tidak menjual lahan itu,” terang Pramono, dihadapan majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat, Senin (7/10).

Sementara, Rusli SH didampingi Herman Hamzah, selaku kuasa hukum penggugat menjelaskan, perkara ini berjalan sesuai dengan alat bukti yang ada. Intinya lahan tersebut diklaim tergugat, sudah ada jual beli. Sedangkan bukti dimiliki kliennya, orang tuanya hanya meminjam uang ke tergugat. “Sebelumnya, klien kita bersama anggota keluarga lainnya sudah mengajak damai. Karna ini tanah milik orang tuanya sendiri. Tapi tergugat maunya dibayar Rp 2 miliar, jika ingin lahan tersebut,” jelas Rusli.

Disisi lain, Redi SH selaku kuasa hukum tergugat saat dikonfirmasi menyatakan, keterangan dari saksi yang dihadirkan penggugat, tidak begitu jelas. “Itu bohong semua,” ucap Redi singkat.

Sidang ditutup setelah mendengarkan keterangan ke 4 saksi penggugat. Ketua Majelis Hakim PN Lahat, Saiful Brow SH, didampingi Hakim Anghota, Dicky Syarifudin SH mengatakan, sidang akan dilanjutkan Selasa depan (15/10), dengan agenda masih pendengaran saksi dari pihak penggugat. “Kami tetap berpegang dalam hukum ajaran,  soal saksi yang bisa didengarkan dalam persidangan. Sidang dilanjutkan Selasa depan,” tutup Saiful Brow. (mg02)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply